Terhitung sejak dua jam setelah Faira mengirimkan foto dirinya di depan cermin memamerkan gaun-gaun yang digunakan malam ini melalui chat—gadis itu baru membaca pesan balasan dari Akmal. Sekarang, Faira berada di ruang ganti, baru saja mengenakan pakaian yang ia gunakan ke sini tadi. Senyumnya terbit tanpa bisa dicegah membaca pesan pria itu. Akmal Rihadi : Cantik. Kamu pulang jam berapa? Padahal dua kalimat itu terbaca begitu biasa saja—pun bagi Faira dulunya—tetapi sekarang terasa berbeda. Ada hawa-hawa istimewa karena ia dipuji—walau hanya dengan satu kata—dan ditanyakan jam pulang—seolah sangat diperhatikan. Apalagi setelah ajakan Akmal kemarin—walau masih terkesan bercanda—Faira sudah terbawa perasaan menanggapi semua kepedulian Akmal. Faira Sarry : Ini udah mau pulang. Jem

