Anton menempatkan tubuh Faira dengan sangat hati-hati di atas tempat tidur yang besar. Lelaki itu menjatuhkan tangan Faira dengan sangat hati-hati, hingga bisa melepaskan diri. Namun, Anton masih terlihat enggan beranjak dari posisinya yang setengah membungkuk. Melalui penerangan kamar, ia bisa memperhatikan wajah Faira dengan saksama. Kemudian diam-diam tersenyum saat salah satu tangannya bergerak membelai pinggir wajah Faira dengan lembut. Anak-anak rambut gadis itu yang menghalangi pandangan Anton disingkirkan ke belakang telinga. Sekarang, sempurna. Faira sudah ada di depan mata, dalam posisi memejam seolah memasrahkan diri. Ketika Anton mulai mengangkat dagu gadis itu, ia disuguhkan dengan wajah sempurna serta bibir yang terbuka. Anton meneguk ludah secara kasar, tampak berusaha

