Laura menelpon keponakannya Maulana untuk mengantarkan ke kediaman keluarga Astartalis. "Bulik, aku dengar Indi mau nikah. Apa rumah ini rumah calonnya Indi?" Maulana yang biasanya tidak pernah bertanya apa-apa mendadak melontarkan pertanyaan itu saat mengantar Laura. "Doakan aja." Laura menjawab. "Nggak kerasa ternyata Indi udah udah mau nikah aja, ya." "Iya waktu cepat berlalu." Memang benar, rasanya baru kemarin dia dan Fatma menertawakan gebetan mereka di kampus. Sekarang anak-anak mereka akan menikah. "Semoga cepat dapat momongan, nggak kayak aku udah lima tahun belum punya keturunan juga." Maulana tersenyum. "Sabar Maulana, yang begitu itu kehendak yang di atas. Bulik aja cuma dapat satu." "Biar nggak kesepian banget, kan. Aku doakan bulik cepat dapat cucu, biar ada yang

