"Aku di kantor polisi." Indi masih belum bisa mencerna apapun, jantungnya berdebar kencang. Dia hanya terdiam, masih tidak percaya dengan telepon itu. Mereka sedang menuju kantor polisi. Indi berharap mereka segera sampai, dia ingin segera bertemu dengan sang pemilik suara melihat keadaannya. "Apa kamu yakin itu suara abangku?" Suara Cais memecah keheningan. "Menurut kamu, aku bakal melupakan suara Cato begitu saja? Rasanya memang seperti mimpi. Tapi, ini nggak mimpi, kan?" Indi meyakinkan dirinya sendiri. "Kita lihat aja nanti di kantor polisi. Apakah memang benar abangku ada di sana." Indi merapatkan jemarinya, rasanya seperti berkeringat dan lembab. Dia sudah tidak sabar lagi untuk sampai ke kantor polisi. Cais memarkir mobil di tempat parkir, begitu mesin dimatikan, Indi seg

