"Tadi malam, mama mencoba menghubungi kamu. Cato, kamu ke mana? Nggak angkat telepon." "Kencan dengan Indi." Cato menjawab. "Bagaimana kabarnya, apa dia baik?" Fatma bertanya pada putranya. "Sangat baik dan gembira. Aku berharap mama meneleponnya dan mengatakan kalau mama menyetujui hubungan kami." "Mama akan melakukannya, tapi nanti," ucap Fatma penuh arti. "Seandainya yang berpacaran dengan Indi adalah Cais, bukan aku, aku yakin Mama tidak akan bersikap seperti ini." Cato menatap mamanya, setiap pulang ke rumah mau tidak mau, masalah Indi selalu mencuat saat dia dan ibunya mengobrol. Cato berjalan ke dapur, mengambil air dingin dan kembali ke ruang keluarga. Malam hari seringkali sepi di rumah ini, Cato tahu ibunya kerap merasa kesepian. Karena itu, dia selalu mengusahakam datan

