"Akhir-akhir ini, Cato sering mengajakku ke rumah. Kita udah jarang pergi keluar untuk nongkrong." Percakapan hari ini dimulai dari Indi. "Kamu mau jalan?" tanya Cato sambil tersenyum. Indi menggeleng, "Lebih enak di rumah, hanya saja, aku selalu jadi anak rumahan. Takutnya kamu yang bosan." "Masa?" goda Cato. Sambil memeluk Indi. "Ih." Indi tertawa, kehangatan Cato seperti biasa menjalar ke seluruh tubuhnya. Baru beberapa kali Indi datang dan mereka semakin dekat, bahkan beberapa kali kemesraan itu bukan hanya sekedar berciuman. Tetapi menjadi lebih dalam. Indi merasa wajahnya merah, tiap kali Cato menyentuhnya. Tapi, dia menyukai perasaan itu. "Jadi sekarang, apa yang harus kita lakukan?" Indi bertanya. Dia mulai berani membalas pelukan Cato. "Bermalas-malasan dan mengobrol."

