"Lutut?" "Tutut, Nak. Bukan lutut." Ningrum terkekeh geli, mendapati wajah Elard yang diselimuti kebingungan. "Namanya ... Lucu." Ringis Elard sembari menggaruk pelipis. "Memangnya itu apa, Bi? Sayuran?" "Bukan," Ningrum menggelengkan kepala. "Terus?" "Sejenis keong." "Hah? Keong?" Menganggukkan kepala, Ningrum lalu memperlihatkan wadah berisi tutut, "ini keong sawah, bisa diolah menjadi makanan. Bibi mau masak jadi tutut bumbu kuning kuah pedas." Elard melongokan kepala, melihat tumpukkan keong kecil yang berada di sebuah baskom berukuran sedang. "Nak Elard belum pernah makan ya?" Tanya Ningrum, saat melihat wajah Elard yang tampak fokus mengamati. "Saya bahkan baru pertama kali liat, Bi." "Nanti dicobain ya." Menganggukkan kepala, Elard berniat untuk membantu. Tapi Ningrum m

