"Mama!" Gadis kecil itu berusaha turun dari atas kursi. Nyaris tersungkur, andai Anin tak sigap menahan dan membantunya. Ketika kaki mungilnya menjejak lantai, Lala berlari. Hingga kedua kuncir rambutnya bergerak-gerak. "Ya ampun, Sayang ...," Wanita dengan rambut sebatas bahu itu segera mendekap erat dan membawa Lala dalam gendongannya, "kamu nggak apa-apa?" Menggelengkan kepala, Lala menunjuk meja, mengukir senyum dan memamerkan cupcake hasil kreasinya, "Lala buat itu, sama Kakak cantik." "Kakak cantik?" Seolah tersadar ada sosok lain, wanita itu menatap Anin dan segera menyapanya. "Ah, maaf, belum sempat menyapa sebelumnya." Ucapnya dengan sungkan pada Anin, "perkenalkan, nama Saya Lisa. Mamanya Lala, terima kasih sudah menemaninya." "Sama-sama, hm ... Mbak? Boleh saya panggil sep

