"Loh, Helen?" Iva menatap sosok wanita yang tersenyum canggung, sembari meremasi daster yang dikenakannya. "S—siang, Tante." "Siang, ayo, sini duduk dulu." Ajak wanita paruh baya itu, lalu beralih pada asisten rumah tangga yang sebelumnya memberitahu kedatangan Helen. "Bik, tolong buatkan minum ya. Sekalian kudapan juga." "Nggak perlu repot-repot, Tante." "Loh, mana ada repot buat tamu, Len?" Tertawa kecil, Iva tetap meminta dibawakan suguhan untuk Helen. Sepeninggal asisten rumah tangganya. Iva mengajak Helen untuk duduk di sofa. Sejujurnya, ia merasa penasaran. Karena, kurang lebih satu jam yang lalu, Helen datang untuk menjemput Elard. Berniat menghadiri pesta ulangtahun keponakan gadis itu. Tapi ... Kenapa penampilan Helen seketika berubah drastis? Bukan lagi gaun yang tampak an

