"Ih, nggak mau!" Mendengkus kesal, Helen melempar daster yang Lisa berikan pada sepupunya itu. "Nggak ada yang lain apa, Kak?" Menebalkan kesabaran, Lisa mengela napas panjang, "nggak ada. Semua bajuku yang lebih kecil ukurannya udah disumbangkan. Adanya ya, baju-baju lebih besar." Meraih daster yang Helen lempar dengan sembarang, Lisa mengacungkannya di depan sang sepupu yang tengah merengut masam. "Pilihannya cuma dua. Lo pake daster ini, atau baju gue yang lain tapi kedodoran karena kebesaran?" Mengentak-ngentakkan kaki bak bocah meminta es krim, Helen tampak gamang. "Ah, atau pilihan lainnya?" "Apa?" Tanya Helen dengan antusias. "Lo bertahan pake gaun yang sekarang dipake, tapi orang-orang bakal ngira lo abis kecipirit. Atau, lo mending diam di kamar ini, nggak usah keluar samp

