Dika nyaris tersedak pizza yang baru selesai dikunyah dan berniat ia telan. Saat suara bel apartemen yang terdengar tak sabaran, tertangkap pendengaran. Meraih gelas dan meneguk rakus. Pria itu berdecak, sebelum kemudian meletakkan gelas yang isinya sudah tandas dan bangkit dari posisi duduknya. Mencuri pandang pada penunjuk waktu yang tergantung di dinding ruangan, sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. "Itu pasti si curut Dava. Dan jam segini baru balik? Dibawa kemana Helen sama dia sebenarnya?" Sembari menggerutu, Dika mengayunkan langkah menuju pintu depan. Ketika akhirnya sampai. Dika membukakan pintu dan bersiap memuntahkan kekesalannya. "Lo dari ma—astaga!" Tak bisa menyelesaikan ucapannya, Dika mengerjap-ngerjap. Menatap kembarannya dengan penampilan yang cukup berant

