52. Pagi Penuh Cerita

2142 Kata

"Siapa Dav? Si Dika bukan? Dia balik lagi? Ada yang ketinggalan?" Oceh Elard dengan fokus yang masih terarah pada layar televisi. "Eh, Dav, lo cari makan gih. Pesen apa kek. Laper gue. Di kulkas ada sih, banyak. Belanjaan dari Anin. Tapi rata-rata bahan mentah yang harus diolah dulu. Gue sanksi lo bisa. Yang ada dapur gue porak poranda. Daripada berujung huru-hara, lo cari makan aja di luar biar aman." Anin yang berdiri di belakang sofa, hanya bisa meringis sembari menggaruk pipi. Dia ingin memanggil Elard tapi pria itu terus mengoceh panjang. "Dav? Oy! Lo sariawan? Apa bibir lo salah urat? Jawab kali! Diem bae lo dari tadi." "Kak?" Suara familiar yang tertangkap pendengaran membuat Elard menegakkan posisi duduknya. Tersedak ludahnya sendiri, pria itu segera menoleh kearah belakang. Te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN