Kembali setelah membersihkan semua begitu juga tangannya, Diego meraih tisu dan mengeringkan tangan lalu beralih ke tempat sampah untuk membuang. Masih dengan wajah tak percaya Fabian memperhatikan, seakan yang ada di depannya bukanlah orang kerap menuntut kesempurnaan tanpa ingin berbuat apa-apa. Diego meraih makanan tadi disuapkan pada Clara, mencium aroma yang ada di dalam makanan lalu mengambil ponsel dan menyambungkan pada koki rumah. Kedua orang dalam ruangan sama hanya memperhatikan lelaki yang tak mengatakan apa-apa sedari tadi selain tindakan dilakukan. “Ke luar kau dari rumahku dan akhiri hidupmu sekarang juga! Berani sekali kau membuat istriku muntah karena masakanmu! Kalau sampai aku melihatmu sekali lagi, maka kau akan sangat menyesal telah dilahirkan!” tegas Diego, mengejut

