Beberapa jam berlalu, Fabian baru tiba setelah menggerutu di jalan karena baru saja kembali ke kantor sudah harus ke rumah sakit lagi. Pekerjaan terpaksa ia kemas dan dibawa ke rumah sakit, tak ingin untuk bolak-balik ketika sahabat juga bosnya itu membutuhkan sesuatu. Alasan itu pula yang membuat Diego meminta koki atau pelayan rumahnya menghubungi Fabian, karena ia hapal betul bagaimana sahabat baiknya itu ketika menggerutu kesal. Memasuki rumah dengan membawa beberapa barang di tangan, Fabian menghela napas panjang tatkala kedua mata menatap dua orang saling terpejam. "Mereka mempermainkan ku sekarang?" gumam Fabian. Memasuki ruangan, meletakkan makanan di atas meja juga beberapa dokumen yang ia bawa bersama tas kerja berisi laptop. Duduk menggeser tubuh Diego lebih dulu, membangunka

