Kala Diego sedang menemui dokter untuk menanyakan banyak hal, Fabian diminta masuk untuk menemani Clara dan ternyata mendengar semua diucapkan dalam air mata. Hadirnya tak disadari oleh seseorang tengah sibuk mempertanyakan tentang perasaan tak seharusnya ada dan menjadikannya hancur, Fabian nampak pilu melihat Clara dan sanggup ia rasakan ketulusan dari perasaannya. "Jangan menangis, itu tidak baik untuk orang hamil. Kamu harus terus bahagia," ucap Fabian menyadarkan Clara dan langsung mengusap wajah berlinang air mata. "Bi—Bian? Kapan kamu masuk?" sahut Clara. "Sebelum kamu menyalahkan Tuhan atas apa diberikan sekarang," sahut Fabian melangkah mendekat. "Ka—kamu mendengar semuanya?" tanya Clara, mengangguk dan tersenyum lelaki kini meraih kursi dalam ruang pemeriksaan dan meletakkan

