Menaikkan biji mata dan melihat lelaki berpaling darinya, Clara memegang sisi wajah Diego lalu menaikkan sedikit posisi duduk demi bisa mengecup lembut sisi wajah. Diego menatap ke arahnya, dia benar-benar tak mengerti dengan siapa berhadapan semenjak di kantor hari itu. Sepertinya, itu wajah sama namun dengan orang yang berbeda. Dia bukan lagi Clara yang lugu dan selelau menundukkan kepala. “Berhenti melakukan semua ini, aku tidak menyukainya!” tegas Diego. Bukannya menuruti, justru Clara beralih ke atas pangkuan dan memeluk Diego erat. Bibirnya lembut mengecup sisi leher, terpejam lelaki kini membasahi bibir dan mengatupkan rapat. Clara semakin mendekatkan duduk, dengan sengaja berbicara di telinga Diego dengan suara lembut dan napas dihembuskan. “Aku ingin menjalani kewajibanku sebagai

