Tiba disebuah villa, Diego turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Grace. Villa itu sudah dipersiapkan untuknya berlibur, namun ternyata tak bisa untuk Tuan muda itu berlibur sementara istrinya sendiri baru saja mengalami kesakitan dengan kehamilannya. “Masuklah, aku sudah memenuhi janjiku untuk mengajakmu kemari.” Santai Tuan muda langsung masuk kembali ke dalam mobil. “A-apa maksudmu?!” kebingungan Grace, memukul kaca pada pintu di mana Diego justru memerintahkan sopir segera melajukan kendaraan. “DIEGO!” menggelegar suaranya memanggil, namun kendaraan sudah pergi semakin jauh. “Ini semua pasti gara-gara perempuan bodoh itu! Aku tidak akan pernah mengampuninya kali ini! Kau sudah menghancurkan semua waktuku bersama Diego, dan kau harus membayar semuanya!” geram Grace, mengepalkan

