Daniel menghentikan tawa, terbesit ingatan tentang pembahasan bersama Fabian dan ia menoleh ke arah lelaki kembali menatap lurus ke depan dengan meluruskan tangan bertumpu siku pada lutut. “Kenapa kau membuatnya jatuh cinta, sementara kau sendiri tahu kalau kita hanya akan membuat orang yang kita cintai menderita. Kita ditakdirkan untuk tidak bisa memiliki kebahagiaan hubungan, karena semua telah ditukar dengan harta dan kekuasaan.” Diego membuang napas kasar, tersenyum tipis dengan salah satu ujung bibir terangkat. “Aku tidak pernah membuatnya jatuh cinta,” ucapnya. “Perhatianmu, itu sudah membuatnya jatuh cinta. Perlakuanmu, itu juga membuatnya tak ingin kehilangan. Tuan muda, Clara bukanlah perempuan seperti mereka yang pernah kau kencani. Dia terlalu polos dan menggunakan perasaan, y

