Kau ingat? Ketika dulu kau selalu menawarkan diri untuk membuatku tersenyum. Ketika mataku mulai merah, kau bak superhero datang. Kau tau semua lukaku, dan bak penyembuh, kau hilangkan perihnya. Kau jual kebahagiaanmu agar aku bahagia. Jangan sampai aku terluka, jangan sampai aku menangis. Karena tujuanmu hanya satu, inginku tertawa. —Pukul 23.07, bersama kenangan kita. NADINE'S POV "Jadi mama papa udah tau duluan, kan?" "Gak mungkin mereka gak taukan, Nad? Aku mau anaknya, ya emang harusnya minta izin ke orang tuanya dulu," jawab pria yang kini tengah duduk di sebelahku. Jasnya sudah terlepas dan ia berikan padaku untuk membungkus tubuh dari dinginnya angin malam. Kami memilih duduk di atas kap mobil yang berada di lapangan luas dimana dulunya banyak hal yang kami habiskan disini. Aldr

