[31] Penyesalan Berbuah Manis

2607 Kata

Jangan pernah mengambil keputusan disaat pikiranmu sedang keruh. Karena percayalah, kau  akan menyesalinya. —Tertanda, aku yang pernah melakukannya. NADINE'S POV "Gimana kepalanya?" Aldric bertanya ketika aku baru saja keluar dari pintu utama rumah opa. Tamu-tamu yang sejak tadi berada disini akhirnya satu persatu memilih pulang karena kegiatan telah usai. Aku berjalan mendekat pada Aldric dan berdiri tepat di sebelahnya. Mencoba tersenyum pada tamu yang menyapaku. Mataku menyisir sekitar dan menemukan Kiya sedang mengobrol santai bersama Sean. Senyum tipisku terbit begitu saja. Apapun yang mereka obrolkan, asal itu membuat mereka kian dekat. "Kamu laper?" tanya Aldric dan hanya kubalas dengan gelengan. Sejak sore, aku memilih menghabiskan waktu di kamar karena kepala yang tiba-tiba pu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN