~~~~~~~~~~~~~ Aira terbangun ketika handphonenya berdering tanda ada yang menelpon. Aira mengucek matanya, itu telepon dari Shankar, ketua kelasnya di kampus. "Halo, kenapa?" Tanya sambil bangun dari ranjang. (Inggris.) "Kenapa lama jawabnya," kesal suara terdengar dari sebrang sana. "Terserah aku! Kamu mau apa?" "Ada data lo yang nggak lengkap. Ntar datang ke kampus ya." "Hm'm," gumam Aira. Ia mematikan sambungan lalu mengambil handuk di gantungan belakang pintu. Sebelum masuk ke kamar mandi, ia sedikit berkaca di cermin. Awalnya memang biasa-biasa saja, tapi Aira mengerenyit melihat lingkaran matanya seperti orang menangis semalaman. Otak Aira kembali berputar, jadi yang semalam itu? Beneran! Aira menjerit, kenapa ini sangat-sangat membuatnya malu. Astaga Edward!!!! Cowok itu ti

