Sambil berlari sesekali Aira melihat Elno yang juga sama berlari sepertinya. Saat Aira melihat ke samping, bertepatan pula Elno melihat ke arah Aira. Aira tertegun, wajahnya dan wajah Elno sungguh dekat, maju selangkah bisa saja benda kenyal ini bertabrakan. Seolah suasana mendukung, mereka berlari dengan wajah yang tak bisa berpaling. Seakan ada magnet yang menahan mereka untuk tetap berada di posisi ini. Sesampainya didepan pintu mobil Elno, cowok itu membuka pintu samping untuk Aira. Aira yang mengerti pun langsung segera masuk ke dalam mobil hitam milik Elno. Sama dengan Aira, Elno juga langsung mengitari mobilnya untuk masuk ke mobil. Aira menggosok bajunya yang sedikit basah. Melihat ke arah Elno yang menstater mobilnya dan mundur dari daerah parkiran. Dijalan, hanya keheningan ya

