Melepaskan tangan Leo dari bahunya, Lia menatap Leo dalam. "Lo nggak perlu perhatian sama gue, bagi gue lo sama mama lo itu sama," Lia perlahan melangkahkan kakinya menuju kamarnya, meskipun tangannya masih meneteskan darah dan pinggangnya sakit di bawa jalan, Lia tak peduli ia ingin cepat sampai ke kamar. Leo menggeleng, melangkahkan kaki mengejar Lia yang sudah sampai di ujung tangga. Leo menggeram, sungguh melihat Lia yang sok kuat seperti ini membuatnya marah. "Aww," Lia menjerit kala Leo mengangkat badannya seperti karung goni. Lia meronta menyuruh Leo menurunkannya, namun cowok itu tak memperdulikannya. Melanjutkan langkahnya ke kamar Lia itulah yang dilakukan Leo. Baginya kesehatan sang adik adalah tujuan utama. "Leo lepasin gue nggak!" Lia berteriak sambil memukul punggung cow

