Aira masih mengerucutkan bibirnya, matanya enggan menatap Edward. Kejadian tadi sungguh membuatnya malu. Edward tidak tidur, cowok itu hanya berpura-pura. Menyebalkan! "Udah dong Ra, gue cuma bercanda tadi." Ini sudah lebih ke-5 kalinya Edward kembali membujuk Aira. Namun cewek itu masih kukuh pada posisinya--menyampingi Edward. "Aira, hadap sini dong. Aira, mbak ceker!" Aira membalikkan badannya, ia menatap cowok itu kesal. Bukannya diam, Edward malah terkekeh sambil menggoda Aira agar memaafkannya. "Mbak ceker, maafin gue ya." "Aku kesal tau nggak Ward, kamu biarin aku cerita panjang, padahal kamu pura-pura tidur." "Nggak gitu Ra, gue tadi mau bangun. Tapi kalo gue bangun cerita lo bakalan berhenti, pastikan?" Edward melihat ke arah nakas, ia menatap kembali ke arah Aira. "Lo baw

