Episode 33

3498 Kata

~~~~~~~~~ Aria diam, semua orang di meja makan sudah mulai memakan makanan yang mereka ambil. Tadi, Mamanya sempat mengambilkan Aira nasi dan lauk pauknya. Tapi, sampai sekarang Aira tak ada menyentuhnya. Sendok dan garpu masih rapi di atas piring Aira. Aira menatap datar piringnya. Jujur, ini pertama kalinya Aira seperti ini. Marahnya belum hilang, ntahlah. Dulu, meskipun marahnya menggebu-gebu keluar, Aira akan lupa setelahnya. Atau, ketika hatinya sudah tenang marahnya pun akan hilang. Tapi, ini, ntahlah---mungkin karena berbulan-bulan ia memendamnya. Sekali dikeluarkan, langsung---bummh "Aira kenapa? Kok diam sayang?" Suryani menatap Aira heran. Tak biasanya Aira seperti ini. tadi pun, saat baru sampai di meja makan, biasanya Aira akan memeluk Surayani, tapi hati ini Aira diam dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN