Ada pepatah mengatakan, waktu itu berjalan deras seperti arus sungai. Begitupun hidup Aira, kini sudah 3 bulan sejak kejadian terakhir kemaren. Semuanya berjalan begitu saja. Sejak saat itu---pertengkarannya dengan Dita, sudah tak ada lagi masalah yang besar. Masalah kemarin, Aira sudah meminta maaf pada mama dan papanya. Mereka ngotot bertanya alasannya kenapa, tapi Aira tak menyebutkan aslinya. Hanya bicara kalo dia rindu dengan kampung, itu saja. Setelah kejadian itu juga, besoknya Aira pulang ke kampungnya, hanya dua malam. Mengingat ia yang dalam masa sekolah, bukan di hari libur. Dikampung Aira hanya ziarah ke makam Nek Asih. Lebih harinya, ia pergi mengunjungi tetangga dulu. Banyak yang bertanya apa yang terjadi sebenarnya. Aira tak lupa juga pergi ke sekolahnya dulu. Menunggu t

