Ini cerita tentang Edward, anak laki-laki dari keluarga Ozamiz. Ayahnya adalah seorang pemilik perusahaan agency di Filipina. Edward lahir di Filipina, tinggal disana sejak lahir, di kota Quezon, kota terbesar di Filipina, letaknya sebelah selatan Filipina. Ibunya orang Indonesia, lebih tepatnya Jakarta. Ayahnya, keturunan asli Filipina. Edward sendiri sudah di ajarkan sedari kecil untuk mencinta bahasa ibunya, yaitu Indonesia. Meskipun dulu, ia sering mencampur bahasa Filipina dan Indonesia. Dari sinilah hidup Edward akan dimulai. Ketika ibunya meninggal, saat umurnya 8 tahun. Sejak itu, ayahnya mulai berubah. Sering membawa banyak wanita ke rumah, bahkan Edward sering melihatnya. Ketika ia pulang sekolah, Edward akan melihat pemandangan yang sama dengan wanita berbeda. Sampai akhirn

