Edward pulang dengan wajah memarnya. Dia tinggal di kos dekat rumah susun, gangnya pun kecil, yang hanya bisa di lalui oleh motor. Kejadian tadi, saat Aira marah kepadanya, Edward tidak tau harus berbuat apa. Ingin marah rasanya ke siapa? Ingin menyerah karena apa? Campur aduk. Edward membuka pagar kecil yang menutup rumah kosannya ini. Setelah memasukkan motornya ke dalam, Edward kembali lagi ke tempat tadi untuk menutup gerbang. Namun, kegiatan itu terhenti ketika seorang pria paruh baya berdiri di depan gerbang dengan kedua tangan yang dimasukkan ke saku celananya. Di Om Can---paman kandung Edward adik mamanya. Dialah pahlawan Edward untuk bisa datang ke kota ini. Dia juga yang menyekolahkan Edward di SMA HARAPAN, tanpa biaya sedikitpun yang keluar dari Edward. Dia juga yang selalu me

