Bahkan Aira tak mengalihkan tatapannya dari tempat acara. Mereka berjalan menuju depan panggung kecil di depan. Flash kamera membuat Aira tersadar. Kini ia dan keluarganya menjadi pusat perhatian tamu. Bahkan flash kamera bersahut-sahutan memotret mereka. Aira sedikit menunduk saat semua mata mengarah padanya. Jujur, pesta ini sangat jauh dari ekspektasi Aira. Ia pikir hanya teman-temannya saja yang diundang di sini. Tapi ternyata, lihatlah. Aira bisa melihat mereka semua yang hadir disini selain teman-temannya, adalah rekan kerja papanya, atau mungkin teman-teman mamanya. Ntah Aira merasa kepedean atau apa, tapi semua mata rekan-rekan papanya menatap Aira sambil berbisik-bisik ke teman sebelahnya. "SELAMAT MALAM SEMUA, saya MC acara ini." "MALAM INI DAPAT KITA SAKSIKAN, DUA PUTRI D

