Pagi ini seperti biasa, Aira turun dengan ransel sekolahnya. Semalam ia tidur sangat larut, ada ujian tengah semester hari ini. Ini adalah ujian pertamanya di SMA HARAPAN. Ia belajar dengan giat semalam, mengingat teman-teman sekelasnya yang pintar-pintar. Aira akui ia dulu pintar di sekolah lamanya. Tapi itu beda, muridnya sedikit, mungkin 20 orang. Beda dengan SMA nya yang baru ini, satu kelas bisa sampai 33 orang. Aira tersenyum sambil menarik kursi di depannya. Di depannya Suryani sedang menyendokkan nasi goreng untuk Bara. Sedangkan papanya itu membaca koran berita pagi ini. Itulah kebiasaan Bara. "Aira mau makan nasi goreng, atau roti?" Tanya Suryani melihat Aira yang melihat ke sekeliling meja makan, tengah menimang antara makan berat atau tidak pagi ini. Aira mengalihkan tata

