Edward tersenyum sesekali memetik gitar hitam yang dibelikan Aira. Sungguh!! Awalnya ia tak mau menerima barang dari Aira. Bukan karena apa, tapi Edward takut dicap sebagai cowok penggila materi, alias matre. "Kenapa sih dari tadi senyum terus," Bang Irawan--teman kerjanya di cafe ini. Bang Irawan adalah sosok yang baik, dari dulu ia tak pernah membedakan Edward seperti karyawan yang lain. Jika karyawan yang lain takut karena sifat pemarah Edward yang tak terkendali, beda lagi dengan bang Irwan, cowok itu akan berusaha membuatnya kembali baik. "Wihh, gitar baru ceritanya? Bukannya semalam minjam duit lo!" Edward menggeleng, ia meletakkan gitar itu di sampingnya. Saat ini mereka sedang ada di dalam ruangan istirahat khusus karyawan. "Bukan gue yang beli." "Terus siapa? Nggak mungkin k

