“Kau yakin ingin menanganinya, Revana?” sela Eliona menatap penuh kecemasan pada sang teman sekamar. “Apakah dengan mengambil alih kasus ini tidak akan membuatmu bersamalah dengan firma-mu? Maksudku, bukankah di firma-mu nanti bulan depan akan di adakan pemilihan Junior patner?” “Hei, aku yakin bisa memutarbalikan segalanya dengan menunjukan bahwa aku mengambil inisiatif dengan menawarkan diriku sendiri kepada klien.” Senyum Revana berubah menjadi masam saat dia menatap ke arah Eliona. “Lagipula, hal terakhir yang ingin aku lihat selama tinggal bersamamu adalah mendapati kau menderita demi orang yang kau cinta.” Mendengar hal tersebut, Alden kemudian dengan tegas mengambil alih suasana. “Baiklah kalau kau bilang begitu, Revana. Aku punya salinannya di tempat kerjaku. Kita bisa ke sana s

