Syarat Perceraian

1065 Kata

Bagas melangkahkan kaki masuk ke dalam ruangan Maia, ia berjalan hingga tepat di samping tempat duduk dan sedikit menyandarkan tubuhnya di meja kerja Maia dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana. “Mengapa tak membalas pesan dan tidak mengangkat teleponku?” tanyanya, suaranya begitu dingin. Sorot mata tajam, ada kilatan marah di dalamnya. Maia yang semula sedang sibuk mengerjakan tugas dan fokus menatap layar komputernya sedikit menolehkan wajahnya ke arah Bagas, matanya menatap Bagas dengan tatapan tidak suka. “Apa kamu tidak melihat aku sedang apa? Dan lagi, apa tidak bisa menghubungiku ketika waktu senggang saja? Aku juga punya pekerjaan dan kesibukan yang lain selain mengurusi ponselku.” Bagas sedikit mencondongkan tubuhnya, wajahnya kini tepat berada di samping wajah Mai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN