Pagi Paling Indah

1049 Kata

Maia menganggukkan kepala sebagai jawaban, dia segera meraih tas dan ponsel lalu turun ke lantai bawah, membiarkan kopernya tertinggal di sana karena dia sedang buru-buru. Dilihatnya kedua balita itu sedang makan dengan bantuan Jo, Maia menghela nafas lega. Ia membuat dua gelas s**u coklat untuk anaknya, satu cangkir teh untuk dirinya dan dua cangkir kopi untuk Bagas dan Jo. Maia menatap Bagas tanpa kedip, pria itu selalu tampan paripurna. Tak ada cela pada pahatan wajahnya, begitu indah dan tegas. Setelan kerja yang ia pilihkan begitu pas dan menambah kesan elegan. Beberapa detik selanjutnya, ia segera memalingkan muka, sebelum ia tertangkap basah oleh sang empunya. Maia mengangsurkan kopi untuk Jo dan meletakkan satunya lagi di atas meja tepatnya di depan kursi kosong yang akan ditemp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN