Flashback on
Jam masih menunjukkan pukul 6 pagi. Hari ini adalah hari minggu, namun laki-laki jangkung bernama Geo baru saja membuka matanya, terbangun dari tidur nyenyaknya setelah melaksanakan sholah subuh sekitar jam 5 pagi tadi.
Niat awalnya, laki-laki itu akan bermalas-malasan seharian dan hanya mengisi hari minggunya dengan tidur saja di kamarnya karena memang cowok itu sedang tidak ada janji ataupun kegiatan lagi dengan teman-temannya.
Namun, niat awal laki-laki itu harus pupus begitu saja ketika ponsel laki-laki itu berdering. Dengan sedikit malas, laki-laki itu meraih ponselnya yang tergeletak di atas nakas di samping ranjangnya. Ponsel tersebut terus berbunyi dengan menunjukkan nama 'Aldi' di layar ponselnya sebagai penelepon.
"Halo, kenapa?" tanya Geo langsung begitu sambungan teleponnya dengan Aldi terhubung. Suara cowok tersebut masih terdengar sedikit serak, khas orang khususnya laki-laki yang baru saja terbangun dari tidurnya.
"Yaelah Ge. Baru bangun lo?" bukannya menjawab pertanyaan Geo, Aldi malah membicarakan hal lain. "Seriusan nih lo baru bangun? Kaga sholat subuh lo ya? Wah, parah banget sih. Kalo aja Mama lo tahu Ge, gue jamin beliau bakalan kecewa sih," cerocos cowok itu lagi kemudian. Tanpa memberikan Geo kesempatan untuk menjawabnya.
Geo terdiam lama tak menyahuti, cowok itu sengaja melakukan itu agar kalau saja ada sesuatu yang masih ingin dikatakan Aldi, cowok itu bisa langsung mengatakannya sekarang, sekalian saja.
"Ge? Lo masih di sana kan?" ucap Aldi pada akhirnya setelah beberapa saat cowok itu tak mendengar suara dari Geo setelah dirinya yang menyerocos tanpa jeda.
"Udah?" ujar Geo yang menimbulkan kebingungan pada diri Aldi. "Udah selesai ngomongnya?" lanjut cowok itu lagi kemudian.
"Udah. Kenapa sih Ge?" ujar Aldi.
"Bacot," maki Geo pada Aldi yang membuat Aldi merenggut kesal.
"Sialan lo Ge. Gue telpon lo bukan buat lo maki-maki anjir," ungkap cowok itu.
"Dari awal gue udah tanya. Lo kenapa telpon gue pagi-pagi buta kaya gini," ujar Geo dengan geram. Aldi ini, selalu saja membuang-buang waktu berharganya. "Kalo gak ada hal penting yang mau lo omongin ke gue, gue matiin teleponnya sekarang. Lo jangan buang-buang waktu berharga gue Al. Gue sibuk, lebih baik gue gunain waktu gue buat tidur sekarang," kata Geo dengan panjang lebar.
"Iya-iya Ge. Marah-marah mulu kerjaan lo tiap hari, udah kaya cewe PMS aja," ujar Aldi me-roasting Geo.
"Cepet ngomong sekarang Aldi!" sentak Geo sudah tak ingin bermain-main lagi dengan Aldi.
"Astaga Geo, sabar astagfirullah," Aldi memang benar-benar harus banyak-banyak beristighfar dan harus memiliki banyak stok kesabaran menghadapi orang seperti Geo. "Nih langsung aja ya. Gue mau ajak lo main ke rumah Reno. Dengar-dengar Mamanya dia belum balik. Dia lagi sendirian aja di rumah. Jadi, daripada kita gabut di rumah, mendingan kita ngumpul aja gak sih ke rumah Reno? Sekalian temenin itu anak satu," usul Aldi mengajak Geo kemudian.
"Oke," ujar Geo langsung setuju tanpa pikir panjang.
"Eh? Beneran nih Ge? Setuju nih lo?" ujar Aldi, memastikan kembali.
"Hm," dehem Geo tanda membenarkan.
"Yes!!" girang Aldi terdengar dari seberang sana. "Gue langsung siap-siap sekarang Ge. Ntar kelar siap-siap gue langsung on the way rumah lo. Kita berangkatnya barengan aja ke rumah Reno nya," kata Aldi dengan semangat 45.
"Ya," jawab Geo singkat lalu langsung mematikan sambungan telepon sepihak. Geo langsung beranjak dari tempat tidurnya lalu berjalan menuju kearah kamar mandi. Cowok itu akan langsung bersiap sekarang.
Sementara di seberang sana, Aldi tengah mencak-mencak sendiri di tempatnya. Kesal dengan kelakuan Geo yang dengan tidak sopan nya mematikan sambungan teleponnya secara sepihak. Bahkan tanpa salam sama sekali.
Aldi mengelus dadanya sabar sembari menatap layar ponselnya yang baru saja cowok itu gunakan untuk menelepon Geo. "Emang gak ada akhlak banget temen gue. Untung gue udah kebiasa," ucap cowok itu kemudian meletakkan ponselnya dan bersiap untuk mandi.
***
Aldi dan Geo sudah sampai di kediaman Reno. Setelah memarkirkan mobilnya di pekarangan luas rumah Reno, Aldi ikut turun dari mobilnya, menyusul Geo yang sudah turun terlebih dahulu.
"Gimana nih Ge? Kita langsung masuk aja atau ketuk pintu dulu?" ujar Aldi menanyakan pendapat Geo setelah cowok itu sudah berdiri tepat di sebelah Geo.
"Ketuk aja dulu. Tanda permisi, baru habis itu langsung masuk aja kalau pintunya gak dikunci, cuma ada Reno doang juga kan," saran Geo menjawab Aldi. Lagipula, ini bukanlah kali pertama Geo dan Aldi bermain dan berkunjung ke rumah Reno. Mereka sudah terlalu sering berkunjung ke rumah ini.
Dan lagipula juga Mama Reno serta Reno sendiri sudah berpesan kepada Geo dan Aldi, jika mereka ingin berkunjung ke rumah Reno, mereka bisa langsung masuk ke dalam rumahnya saja. Selagi rumahnya sedang tidak di kunci, berarti di dalamnya ada seseorang, dan baik Geo ataupun Aldi, mereka boleh langsung masuk ke dalam jika mereka mau.
Aldi mengangguk, menyetujui saran yang diberikan Geo. Cowok itu maju beberapa langkah ke depan, mengulurkan tangannya ke depan untuk mengetuk pintu kayu ber-cat putih yang sudah ada di hadapannya.
Tok tok tok.
Setelah mengetuk pintu tersebut tiga kali, Aldi langsung beralih untuk memegang gagang pintu rumah Reno, kemudian langsung membukanya.
Ceklek!
"Assalamualaikum," salam Aldi lalu dengan langkah kaki pelannya, cowok itu mulai memasuki rumah Reno. Diikuti dengan Geo di belakangnya.
Setelah mengucapkan salam tersebut, Aldi dengan lancangnya langsung bergerak semakin memasuki ke dalam rumah Reno, masih juga diikuti Geo di belakangnya.
Kali ini, langkah kaki Aldi membawa cowok itu untuk menuju kearah ruang keluarga yang ada di rumah Reno. Tempat dimana Reno biasanya menghabiskan harinya saat berada di rumah.
Saat sudah mulai mendekati ruang keluarga yang ada di rumah Reno, secara tidak sengaja Aldi melihat Reno baru saja keluar dari dalam ruangan itu untuk menuju kearah meja makan atau dapur. Sebelum Reno keluar dari dalam ruangan itu, Aldi juga dapat mendengar suara gadis dari arah dapur yang sedang memanggil Reno untuk diajak sarapan.
Karena hal itu, Aldi yang awalnya ingin menyapa Reno menjadi mengurungkan niatnya, cowok itu memutuskan untuk mengikuti Reno saja sampai menuju ke meja makannya. Masih dengan Geo yang juga hanya diam saja mengikuti Aldi.
Dari situlah, Aldi dan Geo mendapati semua kegiatan yang dilakukan Reno dengan seorang gadis yang ternyata dia adalah Savana di meja makan rumah Reno.
Ah, Aldi tidak bisa menyembunyikan raut wajah terkejutnya saat melihat bagaimana perhatiannya Savana kepada Reno. Bahkan di mata Aldi, Savana dan Reno sudah mirip seperti sepasang suami istri sekarang. Dengan Savana sebagai istri yang baik yang menyiapkan sarapan untuk suaminya. Dan dengan Reno sebagai suami yang menerima masakan sarapan dari istrinya.
"Mereka udah kaya pasutri aja ya Ge? Gue iri deh lihatnya," ujar Aldi yang menimbulkan raut wajah rumit Geo semakin terlihat jelas.
"Gak," hanya itu saja yang Geo katakan untuk menjawab perkataan Aldi. Karena setelahnya, mata cowok itu hanya terpaku pada sosok laki-laki dan perempuan yang sedang duduk di meja makan itu. Mereka yang sedang memakan makanannya dengan tenang.
Geo, benar-benar merasa rumit pada dirinya sekarang.
Flashback off