CHAPTER 47

1285 Kata
Savana dan Reno baru saja menyelesaikan kegiatan makannya. Masih ada cukup banyak lauk dan sayur di atas meja makan yang ada di hadapan mereka karena Savana yang memang memasak cukup banyak makanan pagi ini. Padahal, makanan itu hanya akan dimakan oleh Savana dan Reno saja. Sementara itu, disisi Geo dan Aldi. Kedua cowok itu sedari tadi hanya berdiri didepan pintu masuk menuju kearah meja makan rumah Reno. Sedari awal, keduanya memang hanya berdiri diam di sana dan memperhatikan semua gerak-gerik Savana dan Reno. Semua hal yang dilakukan Savana dan Reno di meja makan itu diperhatikan dengan baik oleh Aldi dan Geo. Setelah melihat Reno dan Savana sudah menyelesaikan sarapannya, Aldi menoleh ke arah Geo dan mencolek lengan atas cowok yang sedang menatap ke arah depan dimana Savana dan Reno berada itu. Geo yang mendapatkan colekan dari Aldi seketika langsung menoleh menatap Aldi. "Apa?" tanya Geo langsung pada intinya. "Samperin mereka sekarang aja atau gimana?" tanya Aldi meminta pendapat kepada Geo. "Sekarang aja," jawab cowok itu singkat. Memutuskan secara sepihak karena Aldi sendiri yang menanyakan pendapatnya. "Oke," Aldi menyetujuinya sembari mengangkat jempol tangannya. Lalu Aldi mengawali, cowok itu mulai melangkahkan kakinya untuk mendekati Reno dan Savana yang masih nampak duduk dengan tenang di kursi yang ada di ruang makan tersebut. Sedangkan Geo, cowok itu masih tetap sama. Hanya diam saja sembari mengikuti Aldi di belakang cowok itu. "Ehem," dehem Aldi memulai. Mengkode Savana dan Aldi agar menyadari kehadirannya serta Geo yang berjalan di belakangnya. Kode deheman dari Aldi itu ternyata dapat diterima dengan baik oleh Savana dan Reno. Keduanya seketika saja langsung menoleh secara bersamaan kearah sumber suara, Aldi. "Halo teman-teman ku," sapa Aldi dengan riang, tangan cowok itu terangkat lalu melambai-lambai ke kanan dan ke kiri. Tak lupa senyuman sok manis yang terukir di bibir cowok itu. Setidaknya senyuman sok manis itulah yang dapat disadari Reno. Sementara Savana, hanya menganggap senyuman itu sebagai senyuman penyapa saja. Sebuah senyuman ramah. Wajah Savana seketika langsung cerah saat melihat Aldi, apalagi begitu gadis itu menengok sedikit ke belakangnya. Ada Geo di sana, Savana senang bisa melihat cowok itu dari dekat lagi setelah beberapa saat belakangan ini, gadis itu sedang berusaha untuk menjauh dari Geo. Namun mengingat dirinya harus menjauh dari Geo, senyum di bibir gadis itu yang baru saja terukir indah, tiba-tiba saja langsung menghilang. Wajah cerah berserinya juga seketika saja langsung meredup. Savana, memang benar-benar melakukannya. Gadis itu tidak ingin membuat Geo tidak nyaman dengan keberadaannya. Bahkan, saat berada di sekolah, apabila tidak Savana bertemu dengan Geo, awalnya Savana pasti akan merasa senang seperti sekarang. Gadis itu bisa tiba-tiba menjadi bersemangat. Hanya saja, ketika mengingat bahwa gadis itu harus menjauhi Geo bahkan gadis itu merasa untuk tak boleh menunjukkan muka di hadapan Geo, maka gadis yang awalnya terlihat bahagia dan bersemangat itu seketika akan langsung berubah menjadi lemah dan lesu. Lalu setelahnya, Savana akan berbalik arah, gadis itu tak ingin menunjukkan mukanya di hadapan Geo lagi. Karena itulah Geo sendiri juga sudah tidak pernah lagi melihat Savana saat berada di sekolah maupun di luarnya. Karena Savana sendiri yang ternyata berusaha untuk menghindari pertemuan secara kebetulan atau tidak disengaja dengan Geo. Aldi terus berjalan mendekati tempat Savana dan Reno berada. Masih juga diikuti Geo di belakangnya. Saat Savana menyadari bahwa Aldi dan Geo semakin mendekat, Savana dengan segera langsung berdiri dan merapikan piring bekas makannya dan bekas makan Reno. Menumpuknya kemudian membawanya menuju kearah dapur yang memang tersedia wastafel tempat cuci piring di sana. "Loh Sava? Mau kemana? Abang Aldi baru sampai loh ini," ujar Aldi menghentikan langkah Savana yang sudah bersiap akan menjauh dari sana. Savana tak menjawab pertanyaan Aldi. Gadis itu saat ini malah langsung menatap kearah Reno, mengkode cowok itu dengan tatapannya. Reno yang memang paham situasi dan tahu betul apa maksud dari tatapan Savana pun langsung siap memasang badan. Mewakili Savana menjawab semua pertanyaan yang terlontar dari mulut Aldi. "Gih kamu langsung ke dapur aja Sava. Biar Reno yang jawab," ujar Reno mempersilahkan Savana untuk langsung pergi ke dapur. Savana langsung berjalan cepat saat mendengar perkataan Reno. Tanpa Savana sadari, semua pergerakan gadis itu sedari tadi sudah diawasi oleh sepasang mata Geo. Sedari awal, mata cowok itu memang berpusat pada gadis itu. Gadis yang sudah beberapa saat ini tidak di temuinya di manapun itu. Bahkan pertemuan secara tidak disengaja saja tidak pernah terjadi. Jujur, Geo sedikit heran karena itu, mengingat kelasnya dan kelas Savana yang cukup dekat, namun tak sekalipun cowok itu pernah melihat Savana di sekolah, bahkan secara tidak sengaja pun tidak pernah. Saat di parkiran sekolah juga cowok itu tak pernah lagi mendapati Savana, padahal biasanya gadis itu akan berada di sana karena menunggu Reno yang memang akan mengantar gadis itu sampai sekolah dan kembali ke rumah dengan selamat. Reno sendiri juga selalu bersama dengan Geo saat jam pulang. Mereka akan berjalan bersama menuju ke parkiran sekolah dengan Aldi yang juga ikut serta. Namun yang ada malah Savana tidak pernah datang lagi ke parkiran. Pernah beberapa kali Aldi bertanya kepada Reno tentang kenapa Savana tak lagi terlihat menunggu Reno di parkiran sekolah, dan jawaban Reno saat itu sangat tidak memuaskan untuk Aldi bahkan Geo yang sedari awal hanya diam saja padahal di dalam hatinya, cowok itu sendiri merasa sangat penasaran karenanya. Saat itu, Reno hanya menjawab pertanyaan Aldi dengan kata 'kepo' saja. Tidak lebih dan tidak kurang karena setelahnya Reno langsung menaiki motornya dan beranjak pergi meninggalkan parkiran sekolah, meninggalkan Geo dan Aldi di sana. "Kenapa Sava pergi Ren waktu gue dateng?" tanya Aldi penasaran sembari mendudukkan tubuhnya di kursi yang berada di hadapan Reno. "Gak apa-apa. Dia emang mau cuci piring aja," jawab Reno seadanya. "Eh, tapi gue udah lama gak ketemu sama Sava loh Ren. Bahkan waktu di sekolah," ujar Aldi. Memang benar, selain Geo, Aldi juga tak pernah lagi bertemu dengan Savana. Karena posisinya, saat Savana akan tak sengaja berpapasan dengan Aldi, di samping cowok itu juga pasti selalu saja ada Geo. Maka dari itu, Savana jadi ikut menghindari pertemuannya dengan Aldi. Tentu saja semuanya karena Geo. Ah, jangankan Aldi. Reno saja juga akan Savana hindari jika cowok itu sedang bersama dengan Geo. "Gue juga gak pernah ketemu waktu di sekolah, kecuali waktu berangkatnya aja," jawab Reno kembali seadanya. Memang seperti itu kenyataannya. "By the way, ada apa lo berdua pagi-pagi gini bisa tiba-tiba dateng ke rumah gue. Mana gak ngasih kabar lagi, udah tiba-tiba nongol disini aja," celetuk Reno mengalihkan pembicaraan. Menatap Aldi dan Geo yang sudah duduk di hadapannya. "Oh, soal itu. Gue tadi gabut aja di rumah, terus iseng-iseng telpon Geo, ngajakin dia kesini. Eh, ternyata dianya mau. Jadi ya udah deh, langsung berangkat kesini aja," ujar Aldi menjawab dengan jujur. "Awalnya gue pikir lo sendirian disini karena nyokap lo lagi ke luar kota, makanya gue ajakin Geo kesini, itung-itung buat temenin lo kan. Eh, malah gak taunya waktu sampai sini, lo malah udah enak-enakan sarapan bareng sama cewe cantik. Di masakin lagi, udah kaya pasutri kalian tadi gue lihat-lihat," cerocos cowok itu melanjutkan. Reno terkekeh ringan mendengarnya. "Lo berdua sampai dari kapan sih? Kok bisa sampai tahu gitu," tanya Reno. "Dari awal lo keluar dari ruang keluarga," ucap Aldi. "Yaelah, pantesan kalo gitu mah," ujar Reno. "By the way nih ya. Sava emang kesini udah dari pagi tadi. Dia mau ngajakin gue nonton film horor, makanya dia tadi juga masakin gue sarapan," ujarnya memberitahu. "Wih, lo berdua mau nonton film horor nih? Kebetulan banget ya, gue sama Geo datang. Bisa kali kalau kita nonton filmnya berempat, asik kan nobar rame-rame," usul Aldi tang tak dapat dijawab Reno. Cowok itu bingung ingin menjawab bagaimana. Mengingat Savana saja sedang berusaha untuk tidak muncul di hadapan Geo, namun malah sekarang Aldi ingin ikut serta dengan kegiatan menonton film horor bersamanya dan Savana. Saat ini, Reno harus menjawab bagaimana?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN