Dan berakhirlah sekarang, Savana, Reno, Geo dan Aldi sekarang ini sedang duduk berempat di depan televisi yang terdapat di dalam ruang keluarga rumah Reno. Televisi itu saat ini terlihat sedang menayangkan salah satu film horor yang baru saja di rilis di salah satu aplikasi yang memang khusus untuk menayangkan film, series dan juga drama.
Mereka berempat duduk dengan posisi Reno dan Savana yang duduk di satu sofa yang sama dengan Aldi dan Geo yang juga duduk di satu sofa yang sama.
Sofa yang diduduki Reno dan Savana berada di sebelah kanan sementara sofa yang diduduki Reno dan Geo berada di sebelah kiri.
Tadi, sebelum mereka berempat berakhir di sini, menonton film horor bersama, sempat terjadi perdebatan selama beberapa saat.
Flashback on.
Savana baru saja kembali dari arah dapur, gadis itu sudah menyelesaikan kegiatan cuci piringnya. Begitu gadis itu kembali menuju meja makan untuk menghampiri Reno, Aldi dan Geo. Gadis itu tiba-tiba saja langsung mendapatkan pertanyaan yang bermaksud ajakan serta permohonan dari Aldi.
Bahkan Reno saja sampai belum sempat mencegahnya.
"Eh Va! Gue sama Geo ikut nonton film horor sama lo dan Reno ya? Kayanya bakalan lebih seru deh kalo nonton horornya rame-rame, iya gak sih?" ajak dan mohon Aldi secara bersamaan. Saat baru saja melihat Savana kembali dari dapur, Aldi langsung bergerak cepat mendekati Savana. Cowok itu benar-benar menyambut kedatangan Savana dengan senyuman cerahnya. "Kebetulan gue juga ada beberapa list film horor yang belum sempat gue tonton. Bisa kali kalo gue nontonnya sekarang, sama lo, Geo dan Reno," lanjutnya.
"Lagipula, gue juga bosen di rumah Va. Mendingan kan disini ya, ngumpul sama lo, Reno dan Geo, sama temen-temen gue ini. Jatuhnya lebih asik gak sih daripada di rumah aja? Kan weekend juga," cerocosnya terus menerus, tak memberikan kesempatan Savana untuk menjawabnya. "Pokoknya gue jamin deh Va. Pasti film yang gue rekomendasikan bakalan seru banget, gue udah cek soalnya, ratingnya tinggi dan gue juga udah banyak nonton review filmnya, bagus banget deh," tambahnya dengan senyuman yang kian bertambah cerah.
"Mmm," Savana berdehem sejenak, mengalihkan tatapannya dari Aldi untuk menatap Reno, namun sebelumnya, nata Savana sempat melirik sekilas kearah Geo yang ternyata juga sedang memperhatikan kearah Savana. Ah, atau mungkin kearah Aldi ya?
Saat Savana menatap Reno, Reno sendiripun juga sadar Savana sedang menatapnya, cowok itu melihat tatapan Savana, menelisiknya dan kemudian paham, Savana membutuhkan bantuannya.
"Lo apa-apaan sih Al," ucap Reno lalu berjalan menghampiri Aldi dan Savana. Berdiri di tengah-tengah antara kedua manusia berlainan jenis itu. "Gak usah pengaruhi Sava kaya gitu ya. Orang gue maunya nonton berduaan sama Sava. Gak usah ganggu deh lo," cegah Reno agar Aldi tak mengharapkan terlalu jauh lagi.
Reno tahu, bagaimana kerja kerasnya Savana untuk menghindari Geo, walaupun Savana selalu merasa kesulitan, namun setidaknya gadis itu sudah berusaha dan mengerahkan semua tenaga yang dia punya. Mengerahkan semua usahanya agar bisa menghindar dari Geo.
Reno tahu betul, saat berusaha menghindar dari Geo, Savana merasa kesakitan sendiri di dalam hati gadis itu. Bukan sekali dua kali Reno melihat tatapan terluka Savana saat menatap Geo dari jarak jauh selama proses penghindaran Savana dari hadapan Geo. Tatapan mata Savana juga tidak bisa berbohong, bahwa gadis itu sebenarnya sangat merindukan Geo.
Namun, karena trauma di masa lalunya, mau tidak mau Savana harus menghindar dan menjauh dari Geo. Reno tahu alasan dibalik Savana ingin menghindar dan menjauh dari Geo itu karena Savana tidak ingin membenci Geo. Savana tidak ingin membenci orang yang sangat dicintainya, untuk kedua kalinya.
Lagipula, untuk keputusan Savana yang memilih untuk menghindari pertemuan dengan Geo itu, semuanya adalah keputusan Savana sendiri, tanpa paksaan ataupun campur tangan dari Reno, Lula maupun orang lain lainnya. Reno jujur saja merasa senang dengan keputusan Savana yang satu itu meski Reno juga tidak bisa menampik bahwa sebenarnya cowok itu merasa sedikit khawatir dengan kondisi hati Savana. Mengingat Savana yang terlihat sangat tersiksa ketika gadis itu harus menjauh dari Geo.
Namun, di satu sisi lainnya Reno juga merasa senang karena dengan Savana memutuskan untuk menjauhi Geo, Reno tidak perlu lagi merasa khawatir dengan keselamatan Savana, karena Reno sendiri yakin bahwa Geo tidak akan berbuat lebih jauh lagi kalau Savana sudah tidak mendekatinya. Karena sejujurnya yang membuat Geo menjadi sangat membenci Savana adalah karena gadis itu terlalu agresif kepada cowok itu, serta karena Geo merasa Savana seperti menjadi beban untuk Reno yang notabenenya adalah sahabat dari Geo.
Geo sebenarnya adalah orang yang baik, cowok itu hanya tidak ingin temannya merasa terbebani oleh sesuatu ataupun seseorang, Geo berniat menolongnya, hanya saja cowok itu terlalu egois dan suka menyimpulkan sesuatu dengan sendirinya tanpa bertanya kepada orang lain. Padahal belum tentu apa yang Geo pikirkan itu sesuai dengan kenyataannya, seperti perihal Savana yang padahal di kehidupan nyata merupakan orang yang sangat penting untuk Reno namun Geo malah menganggap Savana seperti beban untuk Reno.
"Yaelah Ren. Gue sama Geo boleh aja kali ikut gabung, sama temen sendiri gini. Sava juga pasti gak akan ngelarang juga kok," sahut Aldi terlalu percaya diri. "Lagian, katanya lo berdua sahabatan doang, kenapa pake segala mau nonton berdua-duaan sih. Mana di rumah yang sepi lagi, gak ada orang. Gak baik tau."
Ah, Aldi semakin kesini semakin menyebalkan ternyata. Padahal beberapa waktu lalu cowok itu masih bisa sangat bijak dan paham dengan situasi. Namun, kenapa sekarang jadi seperti ini?
"Mmm, Aldi. Sebenarnya...-," Savana berniat untuk mengatakan kepada Aldi tentang ketidaknyamanannya. Namun, belum sempat gadis itu selesai berbicara, suara Geo tiba-tiba terdengar memotong.
"Gue gak bakal ngapa-ngapain kalo lo khawatir gue bakalan apa-apain sahabat lo itu," ujar Geo dengan datar kepada Reno. Nampaknya, malah Geo sendiri yang paham dengan situasi saat ini. Sementara Aldi tampak masih bingung di tempatnya. "Gue udah gak minat. Lagipula, dia juga udah gak usik ketenangan gue lagi," tambahnya.
"Dan dia juga gak pernah jadi beban untuk hidup gue Ge. Dia justru yang membuat hidup gue jauh lebih bahagia waktu bisa dekat sama dia," timpal Reno kemudian. Berharap Geo dapat mengerti dengan maksud dari perkataannya.
Bersyukurnya, Geo adalah tipe manusia yang selalu paham dengan situasi, tidak musiman seperti Aldi. Geo langsung mengangguk paham mendengar perkataan Reno.
Cowok itu berpikir, mungkin selama ini dirinya memang terlalu berlebihan. Dan mungkin sekarang saatnya dia mencoba untuk kembali bersikap biasa saja kepada Savana. Lagipula, gadis itu juga sudah tidak mengganggu ketenangan.
Flashback off