Hari sudah kembali menjelang pagi, setelah perkumpulan Savana, Geo, Reno dan Aldi di cafe kemarin sore, pada akhirnya mereka semua sepakat untuk membiarkan Savana diajarkan oleh Geo dengan syarat, di pembelajaran Savana dan Geo, Reno diperbolehkan ikut serta di dalamnya.
Geo sendiri, cowok itu pada akhirnya juga mau tidak mau harus melaksanakan tugas yang sudah diberikan kepada dirinya oleh cowok itu. Meskipun Geo memiliki sifat yang buruk tentang gadis-gadis yang mencoba mendekatinya, namun cowok itu tetaplah merupakan seorang siswa atau pelajar yang taat dengan guru serta menghormati guru-guru tersebut.
Geo juga merupakan anak yang penurut. Dia adalah anak yang sangat baik di mata kedua orang tuanya. Geo tak pernah satu kali pun berusaha membantah perkataan Papa ataupun Mamanya. Cowok itu selalu menuruti perintah dan apapun yang orang tuanya minta. Selagi hal tersebut menurut Geo bukanlah sesuatu yang salah atau buruk untuk dilakukan.
Ah, tapi sebenarnya, ada satu hal yang Papa Mama Geo inginkan namun sampai saat ini belum bisa Geo lakukan. Yaitu perihal tidak menyakiti orang lain.
Papa dan Mamanya memang selalu berpesan kepada Geo untuk tidak pernah lagi menyakiti orang lain. Namun menurut Geo, untuk hal yang satu itu sebenarnya bisa saja Geo lakukan kalau memang orang-orang tersebut tidak mengganggu ketenangan dirinya. Geo memang hanya akan berusaha menyakiti seseorang yang berpotensi mengganggu ketenangan dirinya.
Menurut Geo, ketenangan dalam dirinya dan keluarga serta sahabatnya adalah salah satu hal yang paling penting untuk dia jaga. Untuk itu, Geo benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri untuk tidak menyakiti orang-orang yang memang berpotensi atau berusaha untuk mengganggu ketenangan hidupnya dan orang-orang terdekatnya.
Papa dan Mama Geo bukannya tidak pernah tahu kelakuan Geo yang sering kali 'menyakiti' seorang gadis yang mencoba mendekati anaknya itu. Papa dan Mama Geo tahu tentang semua itu. Pria dan wanita paruh baya itu juga sudah berusaha untuk menegur anaknya dan menasihatinya. Namun, untuk yang satu itu Geo benar-benar keras. Dia tidak ingin dibantah untuk hal yang satu itu.
Karena menurutnya, apa yang dia lakukan itu sudah benar.
Papa dan Mama Geo pun tidak bisa berbuat banyak untuk anaknya itu. Mereka berdua terlalu menyayangi Geo, mereka tidak pernah bisa memarahi Geo karena dari segi manapun kecuali tentang satu hal yang satu itu, Geo selalu menuruti permintaan mereka, menuruti perkataan mereka. Papa dan Mama Geo juga tahu bahwa anaknya melakukan itu untuk menjaga agar orang-orang terdekat anaknya tetap merasa nyaman.
Meskipun yang anaknya lakukan salah, namun mereka benar-benar tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah Geo. Pasalnya, mereka berdua sendiri pun tahu bahwa anaknya yang sebenarnya itu memiliki sifat yang sangat keras kepala. Geo sudah mau menuruti kemauan mereka saja mereka sudah bersyukur.
Saat ini, jam menunjukkan tepat pukul 7. Laki-laki jangkung dengan name tag Geovano Aditya baru saja berniat untuk berangkat ke sekolahnya. Cowok itu kini sedang duduk di kursi teras rumahnya, memakai sepatu sekolah miliknya.
"Udah mau berangkat Geo?" tanya Mama cowok itu yang baru saja keluar dari dalam rumahnya.
Geo seketika saja langsung menoleh, menatap kearah sumber suara. Seulas senyuman tipis terbit di bibir cowok itu, melihat Mamanya yang sedang berdiri di depan pintu rumah dengan senyuman yang terukir lebar, menyambut Geo.
"Iya Ma," jawab Geo seadanya.
Geo memang sangat tidak suka berbasa-basi. Namun jika dengan Mamanya, akan berbeda lagi ceritanya. Cowok itu benar-benar sangat menghormati Mamanya lebih dari apapun dan siapapun. Cowok itu sangat amat menyayangi Mamanya.
"Udah jam 7 lebih Ge, kamu baru mau berangkat? Emangnya nggak telat ya?" tanya Mama Geo dengan penuh perhatian.
"Enggak Ma. Khusus selama acara ulang tahun sekolah, jam masuk sekolahnya di mulai jam setengah 8," jawab Geo lagi.
Mama Geo nampak mengangguk-angguk paham dengan perkataan anaknya. Wanita yang sudah berusia kepala 4 namun masih nampak begitu anggun dan cantik itu kini menatap anaknya dengan tatapan lembutnya.
Tak terasa, anaknya sudah tumbuh besar. Menjadi sosok remaja laki-laki yang sangat tampan dan banyak disukai oleh para perempuan-perempuan sebayanya.
"Geo, Mama mau ngomong sebentar. Ada waktu?" tanya Mama Geo meminta sedikit waktu anaknya sebelum anaknya tersebut berangkat ke sekolah.
Ada beberapa hal yang ingin wanita paruh baya itu bicarakan dengan anaknya.
Geo mengangguk singkat, menyanggupi permintaan Mamanya. "Selalu ada waktu buat Mama," jawab Geo dengan tulus.
Mama Geo balik tersenyum lembut membalas perkataan anaknya. "Geo, kemarin Mama dikabarin sama Bu Rita, kata beliau, kamu beliau minta tolongi untuk membantu salah satu anak untuk belajar biologi, itu benar?" tanya Mama Geo dengan pelan.
Geo terdiam sejenak sebelum menanggapi perkataan Mamanya. Cukup terkejut sebenarnya saat Mamanya bertanya demikian. Geo sama sekali tidak menyangka bahwa Bu Rita akan sampai memberitahu Mamanya tentang hal itu.
Pada akhirnya, Geo menganggukkan kepalanya pelan. "Benar Ma," jawab Geo seadanya.
"Kamu setuju kan nak waktu Bu Rita minta tolong kamu untuk ngajarin anak itu?" tanya Mama Geo lagi kemudian.
"Iya Ma, Geo setuju," jawab Geo lagi, masih seadanya.
"Kamu tahu nggak Geo kalau yang Bu Rita minta tolong kamu ajarin itu anak perempuan?" tanya Mama Geo lagi dan lagi, kali ini suaranya jauh lebih perlahan. Takut Geo marah atau berubah pikiran. Mengingat Mama Geo tahu betul bagaimana watak dan sifat anak semata wayangnya itu. "Geo, Mama mohon sama kamu. Tolong tetap sanggupi permintaan Bu Rita untuk ajarin anak itu ya? Meskipun dia adalah anak perempuan," ujar Mama Geo lagi dengan cepat menambahkan. Takut anaknya tiba-tiba saja berubah pikiran.
Geo secara tiba-tiba menatap Mamanya dengan tatapan rumitnya. "Mama kenapa sih?" tanya Geo balik, merasa bingung dengan sikap Mamanya yang tiba-tiba saja terlihat panik.
"Kamu..., tetap setuju kan?" tanya Mama Geo dengan takut-takut. Lebih tepatnya takut mendengar penolakan dari anaknya.
Geo mengangguk kembali dengan perlahan. "Geo setuju Ma, Geo juga tahu kalau anak yang Bu Rita minta tolong Geo ajarin itu anak perempuan," ujar Geo begitu paham dengan keresahan Mamanya. "Geo bahkan juga udah kenal sama anak perempuan itu Ma," kata Geo lagi kemudian, menambahkan.
Mama Geo kini malah terdiam di tempatnya, merasa tak yakin dengan anak laki-laki yang da di depannya. Biasanya, Geo tidak bersikap seperti sekarang.
"Anak itu namanya Savana Ma. Dia temannya Reno, teman dekat dia," ujar Geo menjelaskan. "Geo juga udah terima penawaran dari Bu Rita untuk ajarin dia kok," ujarnya menutup