Hari pertama perayaan dies natalis SMA Nusa Bangsa selesai pada pukul 4 sore. Seluruh siswa-siswi SMA Nusa Bangsa yang tidak tergabung dalam organisasi OSIS dan PMR rata-rata sudah meninggalkan sekolah karena saat ini jam bahkan hampir menunjukkan pukul setengah 5 sore.
Sama halnya dengan Savana, Reno, Geo dan Aldi. Ketiga remaja laki-laki dan satu remaja perempuan itu kini juga sudah meninggalkan area sekolah. Hanya saja, berbeda dengan siswa-siswi lainnya yang meninggalkan sekolah untuk pulang ke rumah masing-masing. Savana, Reno, Geo dan Aldi saat ini justru sedang duduk berempat di salah satu meja cafe yang jaraknya tidak terlalu jauh dari SMA Nusa Bangsa.
Sungguh, kejadian seperti ini tidak pernah satu kali pun terlintas di pikiran Savana, berkumpul dengan Geo di salah satu cafe dan duduk di satu meja yang sama tidak pernah terbayangkan oleh gadis itu bahwa hal-hal seperti ini bisa menjadi kenyataan. Bahkan sekarang Savana sedang mengalaminya. Mengingat bagaimana enggannya Geo berdekatan dengan Savana membuat gadis itu tidak cukup berani untuk membayangkan hal-hal seperti ini.
Savana sedari tadi mencoba untuk bersikap tenang dan berusaha sekuat tenaganya untuk tidak melirik atau bahkan menatap secara terang-terangan kearah Geo. Savana benar-benar tidak ingin merusak suasana. Savana tidak ingin kembali menimbulkan keributan diantara Reno dan kedua sahabatnya terlebih Geo.
Berkumpulnya mereka saat ini di cafe ini adalah salah satu dari ide yang terlintas di kepala Reno dan Aldi. Kedua cowok itu sepakat untuk berkumpul di cafe ini dengan membawa Savana serta Geo di dalamnya.
Tujuannya sebenarnya hanyalah satu. Yaitu membahas perihal permintaan Bu Rita yang meminta Geo untuk mengajari Savana.
Perkumpulan seperti ini bisa tercipta karena Reno yang terus saja bersikap tidak tenang semenjak Bu Rita menunjuk Geo sebagai seseorang yang akan mengajari Savana sampai gadis itu benar-benar bisa dalam mata pelajaran biologi. Bukannya Reno tidak percaya pada kemampuan Geo dalam mata pelajaran yang satu itu. Nyatanya sahabat Reno yang satu itu memang benar-benar pandai dalam mata pelajaran apapun, termasuk biologi.
Hanya saja, mengingat bagaimana Geo yang sedari awal sangat membenci kehadiran Savana membuat Reno menjadi sangat was-was dengan sahabatnya itu. Geo memang juga merupakan sahabat Reno, tetapi hal itu sama sekali tidak bisa mengurangi rasa waspada Reno terhadap apa yang akan Geo lakukan kepada Savana.
Kalau saja yang akan dihadapkan dengan Geo adalah orang lain dan orang itu bukan Savana, Reno akan mencoba bersikap acuh tak acuh dengan apapun yang akan Geo lakukan pada orang itu. Tapi ini masalahnya, yang akan dihadapkan dengan Geo adalah Savana, gadis yang sedari Reno kecil sudah Reno rawat dan jaga dengan sepenuh hati seperti adik kandungnya sendiri.
Berkali-kali Reno menegaskan bahwa Savana bukan hanya berperan sebagai sahabatnya, tetapi juga keluarganya, adiknya. Savana adalah segalanya untuk Reno. Sedari dulu, Reno bahkan dengan sukarela mengabdikan dirinya untuk terus berada di sisi Savana. Sampai suatu keharusan Reno dan sekeluarganya meninggalkan kota itu serta meninggalkan Savana sendiri beberapa waktu lalu. Membuat Reno secara terpaksa harus berjauhan dengan gadis itu.
Namun, kini Reno sudah berhasil berdekatan kembali dengan Savana. Savana datang ke kota ini untuk menyusul Reno dan Reno tentu saja menyambut dengan senang niat baik Savana itu. Reno akan kembali menyerahkan dirinya untuk bisa dijadikan sebagai pelindung Savana. Sama seperti yang dulu-dulu.
Sewaktu Reno sadar bahwa Geo tidak menyukai kedatangan Savana, Reno sempat dibuat bimbang karenanya. Savana benar-benar sangat berharga untuk Reno. Namun Geo juga sama berharganya dengan Savana untuk Reno. Meskipun Reno belum lama mengenal Geo, tapi Geo sudah banyak membantu Reno selama cowok itu datang di kota ini dan bersekolah di SMA Nusa Bangsa. Dengan Aldi yang juga sama-sama banyak membantunya seperti Geo.
"Gue langsung aja ya. Jadi, niat gue sama Aldi kumpulin Geo sama Sava disini karena kita mau ngebahas soal permintaan Bu Rita yang menunjuk Geo sebagai orang yang akan membantu Sava belajar biologi," ujar Reno to the point karena cowok itu tahu bahwa Geo sangat tidak suka dengan orang yang berbasa-basi. "Seperti yang kita semua tahu bahwa sebelumnya, Geo sangat kurang atau bahkan emang gak menyambut dengan baik kedatangan Sava selama ini. Dengan fakta itu, ngebuat gue selaku sahabat baik Sava ngerasa takut kalau harus ngelepas Sava untuk diajarkan sama Geo yang jelas-jelas dari awal gak menyambut baik kedatangan Sava sebagai sahabat baik gue di SMA Nusa Bangsa," papar Reno menjelaskan keberatannya.
"Gue sendiri juga udah coba ngomong sama Bu Rita tadi buat gantiin Geo dengan orang lain supaya gue juga bisa lebih tenang ngelepas Sava. Tapi kalian-kalian juga tahu sendiri kalau Bu Rita menolak permintaan gue tadi, beliau tetap kekeuh pengen Geo yang ngajarin Sava," ujar Reno menambahkan. "Gue bukannya meragukan kemampuan Geo, tapi saat gue inget fakta tentang Geo yang bener-bener gak suka sama Sava ngebuat gue bener-bener ngerasa takut dan semakin takut untuk ngebiarin gitu aja keputusan sepihak dari Bu Rita ini."
Diam-diam ditempatnya Aldi tertawa di dalam hatinya. Perkataan Reno kali ini benar-benar sangat lebay untuk cowok itu. Hanya karena masalah Geo yang akan mengajari Savana belajar mata pelajaran biologi saja Reno sampai berkata sedemikian rupa. Sangat menggelikan untuk Aldi.
Namun di sisi lain Aldi sendiri juga tahu tentang kekhawatiran Reno kepada Savana. Memang sebelumnya Geo benar-benar memiliki ide yang sangat nekat sehingga membuat Reno sendiri merasa ketakutan dan waspada kepada Geo. Takut-takut kalau Geo benar-benar akan merealisasikan ide nekatnya mengingat Geo memang memiliki sifat nekat dan itu benar-benar berhasil membuat Reno ketar-ketir di tempatnya.
Sedangkan saat ini, Geo hanya menatap datar kearah Reno. Apa seburuk itu pemikiran Reno tentang Geo kepada Savana? Sampai-sampai hal-hal sesepele ini saja Reno membuat pertemuan tidak terduga seperti ini. Pertemuan yang hanya membahas masalah sepele dengan Reno yang terus saja mengeluarkan kata-kata lebay nya menurut Geo.
Geo sendiri juga sebenarnya sudah tidak berniat mencelakai atau berniat melakukan hal buruk kepada Savana semenjak gadis itu memutuskan untuk berhenti mengejarnya. Apalagi setelah Geo tahu bahwa ternyata Savana bukannya banyak merepotkan Reno dan menjadi beban untuk sahabatnya itu. Tapi justru malah Reno sendirilah yang dengan sukarela menjaga Savana, mengabdikan dirinya untuk terus berada di samping gadis itu.
Geo menghembuskan napasnya kasar. Terlalu malas sebenarnya menanggapi perkataan Reno yang sama sekali tidak memiliki bobot itu. Namun, jika tidak segera dibungkam, perkataan Reno bisa semakin menjadi-jadi dan merambat ke hal-hal lainnya yang itu akan berpotensi membuang-buang waktu berharga Geo. "Berhenti basa-basi dan biasakan langsung ngomong pada intinya Ren!" tukas Geo menanggapi. "Omongan lo terlalu ngalor ngidul. Gue gak peduli sama apapun yang lo omongin tadi. Yang jelas, gue cuma mau kasih tanggapan soal keresahan hati lo itu," ujar Geo melanjutkan.
"Kalau lo takut atau khawatir ngelepas Savana buat belajar sama gue, cukup dengan lo ikut serta waktu gue ajarin Savana aja udah berhasil selesaikan satu keresahan hati lo itu. Lo gak perlu repot-repot mikirin hal lain-lainnya. Hal-hal simpel kaya gitu jangan lo bikin susah," ujar Geo realistis. "Gue juga sama sekali gak berniat apapun kecuali segera selesaikan tugas dari Bu Rita yang dikasih ke gue. Karena dengan gue selesaikan tugas itu, gue sendiri juga bisa dengan cepat lepas dari semua tanggung jawab itu sendiri," lanjutnya.
"Aku bakalan baik-baik aja Reno, jangan khawatir terlalu berlebihan sama aku. Aku udah bukan Sava yang dulu, aku udah bukan Sava yang terus bergantung sama Reno dan akan terpaku di satu situasi kalau enggak Reno bantuin aku keluar dari situasi itu," ujar Savana setelah sekian lama terdiam. Savana merasa gadis itu perlu memberikan pengertian kepada Reno agar sahabatnya yang satu itu tidak terlalu berlebih memberikan perhatian kepadanya. Karena dengan perhatian yang berlebih itu juga bisa membuat Reno memberikan kekhawatiran yang berlebih pula.
"Satu tahu lamanya kita gak ketemu Ren. Dan dengan waktu satu tahun itu aku benar-benar belajar banyak hal yang selama ini enggak pernah sekalipun terlintas di kepala aku untuk mengalami dan menyelesaikannya sendiri, tanpa bantuan kamu sama sekali," tutur Savana kembali. "Banyak pengalaman yang aku lewati di satu tahun itu yang bahkan sampai saat ini pun kamu gak tahu aku pernah mengalaminya."
Reno terpaku di tempatnya mendengar perkataan Savana. Pun dengan Aldi dan Geo yang seketika juga ikut terdiam menatap Savana dengan tatapan mata yang berbeda.
"Reno, aku memang masih butuh kehadiran kamu di samping aku, tapi aku sama sekali gak berniat untuk kembali menggantungkan hidup aku sama kamu lagi kaya yang dulu-dulu. Karena aku sendiri pun sekarang ini udah sadar bahwa kamu gak akan pernah bisa selamanya terus-menerus menjadi tumpuan aku berdiri. Suatu saat nanti, kamu akan hidup sendiri dengan pasangan kamu. Dan di saat itu tiba nanti, mau gak mau juga aku akan mulai ngelepas kamu dan jauh dari kamu untuk melanjutkan hidup aku sendiri. Di saat itu tiba, aku udah gak bisa jadikan kamu sebagai tumpuan hidup aku, dan dengan begitu. Aku pikir, mulai dari sekarang ini, aku seharusnya emang udah harus memulai untuk menata hidup aku sendiri, mencoba mandiri dan enggak terus bergantung kepada seseorang, entah siapapun itu dan itu juga termasuk kamu," tuturnya menjelaskan dengan panjang. Memberikan pengertian kepada Reno.
Aldi dapat merasakan perasaan yang mendalam saat mendengarkan perkataan Savana yang padahal dengan jelas ditujukan kepada Reno itu. Hati Aldi tergugah saat mendengar perkataan Savana. Setelah mendengar perkataan Savana itu, Aldi benar-benar semakin yakin, tahu dan sadar bahwa hubungan antara Savana dan Reno benar-benar tidak bisa diremehkan. Kedekatan keduanya benar-benar sudah sangat sedalam itu.
Pantas saja Reno selalu bersikap sangat berlebihan kepada hal-hal kecil yang menyangkut Savana. Ternyata, Reno memang benar-benar sudah bersama-sama dengan Savana sedari dulu.
Di sisi Geo, cowok itu juga merasakan hal yang sama seperti yang Aldi rasakan. Cowok yang biasanya acuh tak acuh dengan hal-hal yang menyangkut orang-orang lain di sekitarnya kini malah nampak sangat peduli dengan hal-hal yang menyangkut perihal Reno dan Savana.
Sangat menarik dan mengharukan. Setidaknya itu yang Geo dan Aldi rasakan.
Tanpa sadar, setetes air mata jatuh membasahi pipi Reno. Cowok itu menangis. Mendengarkan perkataan Savana berhasil membuat Reno sadar seketika, bahwa jauhnya Reno dengan Savana dalam waktu satu tahun benar-benar berhasil merubah sahabatnya menjadi lebih mandiri lagi sekarang ini.
Entah kenapa, Reno mendadak sedih mengetahui fakta itu. Kalau boleh jujur, Reno sebenarnya lebih menyukai Savana yang manja dan terus bergantung kepadanya daripada Savana yang sekarang ini. Savana yang sudah lebih mandiri dan tidak terlalu membutuhkan bantuannya meski gadis itu masih membutuhkan kehadirannya di sisi gadis itu.
Entah kejadian apa yang Reno lewatkan selama satu tahun meninggalkan Savana dan membuat gadis itu menjadi seperti sekarang ini. Reno benar-benar tidak tahu.
Tetes demi tetes air mata Reno jatuh lebih banyak lagi. Reno kali ini menangis semakin deras. Bahu cowok itu bergetar, tangan cowok itu terangkat dan menggunakan telapak tangannya untuk menutupi wajahnya sendiri. Reno benar-benar terguncang.
Entah keadian apapun yang Savana lewati saat Reno tidak berada di sisi gadis itu, yang jelas Reno yakin kejadian itu benar-benar sangat memberatkan untuk Savana sehingga berhasil merubah lebih banyak hal dari gadis itu.
Dan kini, Reno merasa gagal menjaga Savana. Nyatanya, awalnya Reno kira tak banyak yang berubah dari Savana selama Reno tidak berada di samping gadis itu. Awalnya, Reno kira Savana tidak banyak melewati hal-hal buruk selama tidak ada Reno di samping gadis itu mengingat awal kedatangan Savana, gadis itu masih bisa tersenyum manis dan bertingkah selayaknya Savana pada normalnya. Savana benar-benar tidak menunjukkan hal-hal lainnya di awal pertemuan mereka kembali.
Dan baru kali ini Reno mengetahui bahwa ada sesuatu yang terjadi kepada gadis itu di satu tahun mereka tak bertemu.