Koridor SMA Nusa Bangsa pagi ini masih terasa sepi. Padahal jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Kebiasaan murid-murid SMA Nusa Bangsa yang akan selalu datang sedikit terlambat dari jam biasanya pada hari jumat. Dan akan datang lebih pagi saat hari senin.
Namun Savana, gadis itu saat ini sedang berjalan dengan Reno disampingnya di koridor sekolah. Mereka berdua sengaja datang lebih pagi hari ini atas permintaan Savana. Gadis itu mulai hari ini akan benar-benar mencoba mendekati Geo lebih agresif lagi. Meskipun berpotensi ditolak, namun Savana tidak mempedulikannya.
Karena Savana merupakan salah satu orang yang menganut kepercayaan, semakin didekati seseorang itu akan menjadi luluh dengan sendirinya.
Savana berjalan dengan ceria di sebelah Reno yang hanya diam saja. Cowok itu sama sekali tak menegur Savana atau mungkin sekedar berkomentar tentang tingkah laku gadis itu. Karena Reno sendiri sudah tahu alasan kenapa Savana nampak lebih bersemangat hari ini.
Sangat berbanding terbalik dengan Reno yang nampak menampilkan wajah kakunya di sebelah Savana. Biasanya, cowok itu akan selalu menampilkan wajah senangnya dan gemasnya saat melihat segala tingkah laku Savana. Namun kali ini tidak, Reno sedang pusing perkara Savana yang benar-benar seniat itu untuk mencoba mendekati Geo.
Bahkan kemarin malam, Savana tiba-tiba datang ke rumah Reno padahal biasanya pada jam segitu, gadis itu sudah tertidur lelap di kamarnya. Dan yang lebih parahnya lagi, Savana datang ke rumah Reno hanya untuk bertanya mengenai makanan kesukaan Geo, karena Savana tahu Reno berteman baik dengan Geo, maka dari itu gadis itu menanyakan hal itu kepada Reno.
Kata Savana kemarin malam, gadis itu ingin mengetahui makanan kesukaan Geo karena gadis itu ingin memasakkan makanan kesukaan Geo dan berencana akan diberikan kepada Geo hari ini.
Jangan salah, Savana memang sangat pandai dalam hal memasak. Meskipun gadis itu sangat jarang memasak dikarenakan Mama Reno selalu menyediakan makanan yang sudah matang saat Savana satang. Sebenarnya sengaja, agar Savana tidak perlu membantu Mama Reno. Mama Reno hanya tak ingin Savana terlalu lelah atau terluka saat membantunya memasak.
Ngomong-ngomong soal rencana Savana memasakkan makanan kesukaan Geo, bahkan di pagi-pagi buta tadi pun, Mama Reno bercerita kepada Reno dan memberitahukan mengenai Savana yang tiba-tiba datang saat jam masih menunjukkan pukul 3 pagi. Kata Mama Reno, gadis itu datang ke rumah Reno untuk menumpang memasakkan makanan untuk laki-laki bernama Geo.
Reno yang mendengarnya jelas saja merasa tertekan. Cowok itu sudah menebak apa yang akan terjadi kepada Savana hari ini. Dan rasanya, Reno tak akan sanggup untuk melihatnya.
Savana yang tadinya sedang berjalan dengan ceria tiba-tiba saja menghentikan langkahnya dan langsung menoleh menatap Reno. Karena itu, mau tak mau Reno juga ikut menghentikan langkahnya, dan balas menatap Savana.
"Kenapa Va?" tanya Reno bingung. Pikiran cowok itu sedang bercabang sekarang. Bahkan saking banyaknya pikiran cowok itu, cowok itu bahkan sampai tak sadar memanggil Savana dengan singkat.
Biasanya, Reno tak akan memanggil Savana sesingkat itu kalau kondisi cowok itu sedang normal-normal saja.
Namun untungnya, Savana tidak sadar dengan panggilan singkat Reno itu. Karena rasa excited gadis itu jauh lebih besar. Gadis itu benar-benar tak sabar ingin memberikan masakan buatannya kepada Geo. Dia tidak sabar menantikan bagaimana reaksi Geo saat merasakan masakan buatannya itu.
"Reno, biasanya Geo jam segini udah datang belum ya?" tanya Savana dengan tatapan penuh binar kebahagiaan. Reno sedikit tertegun melihatnya. Semakin tak enak hati melihat pancaran kebahagiaan Savana yang tercipta karena sosok Geo.
Ah, bagaimana nasib sahabatnya ini nanti?
Dengan sekuat yang dia bisa, Reno berusaha menampilkan senyuman di bibirnya, meski pikiran cowok itu semakin berkecamuk. Hatinya juga terasa lebih berdebar daripada biasanya, di tambah dengan sedikit denyutan sakit yang mungkin akan dirasakan Savana nanti.
"Belum datang Sava, Geo biasanya datang di deket-deket waktu masuk," ujar Reno menjawab dengan sebisanya. "Mendingan kalo Sava mau ngasih makanan ke Geo, Sava titipin ke Reno aja deh. Biar nanti Reno yang kasihin ke Geo," ujar cowok itu mencoba bernegosiasi kepada Savana.
Di pikiran Reno saat ini adalah, kalau Reno yang memberikan makanan buatan Savana untuk Geo, setidaknya kalau Geo tak mau menerima makanan dari Savana, Reno masih bisa mengatasinya dengan mudah tanpa membuat Savana merasa sedih atau tersinggung.
Daripada kalau gadis itu memberikan makanan itu sendiri, pasti dia akan merasa begitu sedih. Reno tak mau melihat itu terjadi pada Savana. Reno tak mau menghancurkan kebahagiaan Savana hari ini. Dia juga tidak mau binar mata Savana meredup karenanya.
Savana terlihat menggelengkan kepalanya, menolak usulan dari Reno itu. "Enggak deh Reno, Sava mau kasihin ke Geo sendiri soalnya, biar makin terlihat usaha Sava," jawab gadis itu menolak dengan senyuman cerahnya. "Nanti biar Sava sendiri yang kasih ke Geo waktu jam istirahat," lanjutnya kemudian.
Harapan Reno sedikit pupus karena mendapatkan tolakan dari Savana. Namun, cowok itu tak akan mudah menyerah begitu saja, dia akan tetap berusaha menyakinkan Savana. Dengan sedikit memanfaatkan kepolosan gadis itu mungkin bisa sedikit membantu.
"Mm, tapi Va. Geo itu biasanya kalo pagi belum sarapan, dia pasti kelaparan banget deh, masa mau sarapan harus nunggu jam istirahat dulu," ujar Reno dengan mimik wajah yang dibuat sedih, berharap Savana masuk perangkapnya dan percaya dengan perkataannya. "Nanti kalo sampe waktu jam pelajaran Geo pingsan karena kelaparan gimana?" katanya lagi masih berakting sedih.
Lagipula, apa yang dikatakan Reno tidak sepenuhnya berbohong. Geo memang sangat jarang sarapan karena cowok itu yang merasa malas untuk sarapan. Tapi, untuk bagian pingsan karena kelaparan, itu jelas saja hanya bualan semata. Mana mungkin Geo yang seperti itu pingsan karena belum sarapan? Lelucon macam apa itu?
Savana nampak mulai goyah karena perkataan Reno. "Ya udah nanti kalau udah deket jam masuk Sava ke kelas Reno aja deh ya. Biar nanti langsung Sava kasih ke Geo," ujar gadis itu yang ternyata masih enggan menitipkan makanan yang akan diberikan untuk Geo itu kepada Reno.
Reno masih terus berakting sedih karena tujuannya masih belum bisa tercapai. "Jangan Sava, nanti malah Sava masuk kelasnya telat terus kena hukum. Geo gak suka loh sama orang yang gak taat kaya gitu," ujar Reno memanasi. "Lebih baik Sava titipin ke Reno aja ya makanannya? Gak apa-apa kok, pasti nanti bakalan Reno sampein ke Geo dengan selamat. Emangnya kenapa Sava gak mau kalau Reno yang anterin makanannya ke Geo? Sava takut Reno gak amanah ya? Atau takut makanannya Reno habisin? Enggak akan kok Va, Reno beneran janji deh," lanjut Reno lagi panjang lebar, semakin keras berusaha membuat Savana terpengaruh dengan perkataannya.
"Sa--," Savana hendak menjawab perkataan Reno namun dengan cepat Reno memotongnya. Cowok itu kembali melanjutkan perkataannya dan mencoba semakin mempengaruhi Savana.
"Reno sedih lo Va, karena tahu kalo Sava gak percaya sama Reno. Padahal Reno tulus bantuin Sava. Sava pasti gak percaya sama Reno kan?" sambung cowok itu dramatis.
Savana dengan cepat menggelengkan kepalanya tanda tak setuju dengan apa yang Reno katakan.
Tidak, bukan seperti itu maksud Savana.
"Enggak Reno, gak gitu," sanggah Savana cepat, gadis itu terlihat panik. Takut Reno salah paham dengannya. "Ini, ini makanan yang Savana masak buat Geo, tolong sampein ke Geo ya. Maaf Savana gak bisa kasih sendiri," lanjut gadis itu sembari memberikan paper bag berisi kotak bekal yang isinya masakan buatan Savana. Masakan kesukaan Geo tentu saja.
Saat memberikannya kepada Reno, Savana sedikit panik. Mungkin karena takut Reno semakin salah paham.
"Sava selalu percaya sama Reno. Jadi, Reno jangan pernah berpikir kaya tadi ya? Sava gak suka," kata gadis itu lagi.
Reno mengangguk saja dengan senyuman yang kali ini nampak sedikit lebih lebar. Dia lega karena akhirnya Savana berhasil masuk ke dalam jebakannya.
Namun perkataan Savana tadi sebenarnya sekaligus membuat hati Reno merasakan perasaan tak enak dan perasaan bersalah yang baru. Karena Savana, benar-benar menaruh semua kepercayaannya kepada Reno. Dan Reno sendiri, malah berniat untuk menghancurkan kepercayaan itu.
"Maaf Sava. Untuk kali ini Reno lakuin semuanya buat kebaikan kamu," batin Reno berusaha membuang jauh-jauh perasaan bersalahnya kepada Savana.
Sekarang, yang akan Reno lakukan adalah memikirkan tentang apa yang akan Reno lakukan kepada makanan buatan Savana ini.
Apa, Reno harus memakannya padahal cowok itu sudah berkata kepada Savana kalau makanannya akan sampai dengan selamat kepada Geo dan dia tidak akan memakannya?
Atau, Reno akan memberikannya kepada Aldi saja?
Atau mungkin, mencoba memberikan makanannya kepada Geo terlebih dahulu, meski berpotensi di tolak?
Tapi, rasanya opsi ketiga lebih cocok. Karena dengan itu, setidaknya Reno sudah berusaha untuk menyampaikan amanahnya. Kalau hasilnya tidak sesuai harapan, Reno akan menerimanya dan kembali berpikir, apa yang akan dia lakukan selanjutnya.