Reno dan Lula saat ini sedang berada di salah satu kafe yang terletak di dekat alun-alun kota. Mereka di sana tampak hanya berdua saja, duduk di salah satu meja cafe yang letaknya berada di dekat kaca luar kafe. karena letaknya yang berada di dekat kaca luar kafe, mereka berdua dapat dengan mudah melihat pemandangan lalu-lalang kendaraan yang sedang melintas.
Sekarang jam menunjukkan pukul 4 sore. Tadi sepulang sekolah Reno mendapatkan pesan dari Lula yang mengajaknya untuk bertemu di kafe yang saat ini mereka tempati.
Lula dan Reno memang sudah bertukar nomor telepon, keduanya memutuskan untuk bertukar nomor telepon setelah mereka sepakat untuk menjaga Savana bersama-sama.
Tadi sebelum berangkat ke kafe untuk menemui Lula, Reno harus memastikan Savana sudah tertidur terlebih dahulu. Sehingga dengan begitu Reno bisa meninggalkan Savana dengan tenang. Dan memang benar bahwa Savana saat ini sedang tertidur di rumah Reno, ditemani oleh Mama Reno.
Lula dan Reno sendiri sudah dekat semenjak 1 bulan ini. Mereka sering bertemu bersama di luar jam pelajaran sekolah, tanpa ada Savana sama sekali. Bukan apa-apa pasalnya mereka bertemu hanya untuk membahas Savana. Lalu kalau saja ada Savana di sana, bisa dipastikan mereka tidak bisa leluasa untuk berbicara dan berdiskusi bersama mengenai Savana.
Selama 1 bulan ini tak ada yang mengetahui tentang kedekatan Reno dan Lula. Menurut mereka itu juga tidak penting karena mereka berdekatan bukan untuk menjalin hubungan melainkan untuk Savana. Namun di antara mereka tidak ada yang menyadari bahwa selama 1 bulan ini mereka sudah sudah merasa saling tertarik satu sama lain. Mereka sudah menjadi sedekat itu.
"Jadi, ada apa La?" tanya Reno to the point. Cowok itu takut terlalu lama berada di kafe ini karena dia meninggalkan Savana saat sedang tertidur di rumahnya. "Sorry sebelumnya. Gue langsung to the point karena gue harus cepet-cepet balik ke rumah. Gue tadi ninggalin Savana salam kondisi tidur, gue takut dia kebangun tapi gak ada gue di sana," ujar Reno memberi penjelasan singkat kepada Lula. Seakan, cowok itu tidak mau Lula salah paham.
Dan memang seperti itulah adanya. Reno takut Lula salah paham dengannya. Reno takut Lula menganggap dirinya tidak mau berlama-lama dengan Lula. Padahal kenyataannya, Reno suka dan nyaman-nyaman saja saat berada didekat Lula. Mengobrol berdua dengan gadis itu terasa sangat menyenangkan dan mengasikkan untuk Reno. Selama ini Reno tidak pernah merasakan hal seperti itu kepada seorang gadis kecuali Savana. Dan sekarang Lula sudah berhasil membuat Reno merasakannya pada gadis yang lain. Selain Savana. Yaitu Lula.
"Oke-oke gue paham kok," ujar Lula dengan santai. Meskipun gadis itu sedikit merasa kecewa karena Reno karena cowok itu yang tidak bisa berlama-lama berada di cafe itu dengannya. Namun karena Reno sudah menyampaikan alasannya, Lula berusaha untuk memakluminya. Lagipula, Lula juga tahu bahwa Savana adalah prioritas utama Reno. "Jadi tadi itu Savana bilang sama gue kalau dia masih mau berusaha buat deketin Geo. Dia bilang, mungkin usahanya di satu bulan yang lalu kurang keras, makanya Geo gak luluh sama dia," jelas Lula langsung secara garis besar.
"Gue takut Ren sekarang, gimana nasib Savana nanti? Kalau dia beneran lebih agresif lagi buat deketin Geo, gue gak yakin kita masih bisa cegah semua tindakan yang bakalan Geo lakuin ke Savana," kata Lula lagi melanjutkan. "Selama ini, gue rasa kita emang udah berhasil untuk cegah Geo untuk bertindak lebih jauh dan parah ke Savana. Tapi sebenernya, gue rasa selama ini Geo memang belum berniat untuk bertindak lebih jauh ke Savana karena Savana sendiri juga cuma deketin Geo tipis-tipis," ujar Lula lagi melanjutkan.
Reno terdiam sejenak di tempatnya, cowok itu sedang mencerna perkataan Lula barusan. "Tapi La, satu tahun lebih ini gue udah temenan deket sama Geo. Tapi gak pernah sekalipun gue lihat Geo cuma diem aja selama ada cewe yang coba deketin dia. Bahkan ada cewe yang cuma berusaha buat kenalan sama dia aja udah langsung dia singkirin di detik itu juga sama dia," jelas Reno pada Lula. "Tapi sama Savana dia beda. Entah kenapa dia bisa gitu gue juga gak tahu. Atau mungkin selama ini dia coba tahan untuk enggak bertindak lebih lanjut ke Savana karana dia tahu Savana itu sahabat kesayangan gue, sahabat deket gue sebelum gue ketemu dan kenal sama Reno ataupun Aldi," katanya lagi menambahkan.
Lula manggut-manggut paham di tempatnya, apa yang dikatakan Reno masuk akal juga. Lagipula, Reno yang berteman dekat dengan Geo. Pasti cowok itu lebih mengenal Geo daripada dirinya yang hanya mendengar tentang Geo sekilas saja. Meskipun begitu, Lula juga pernah tak sengaja melihat Geo yang menyingkirkan seseorang yang berusaha mendekati cowok itu.
Ah, mengingatnya saja berhasil membuat Lula merinding ketakutan. Geo terlalu kejam menurutnya. Dan memang begitulah adanya.
Lula sendiri saat mengingat itu secara tiba-tiba langsung ikut teringat Savana. Membayangkan Savana yang berada di posisi gadis yang Geo eksekusi, Lula merasa perasaan langsung campur aduk. Antara sedih, khawatir, sakit, semuanya menjadi satu.
Sekedar informasi saja, eksekusi di sini bukan tentang eksekusi hukuman mati atau semacamnya. Geo mungkin memang kejam tetapi cowok itu bukanlah seorang pembunuh. Setidaknya Geo masih punya akal untuk tidak membunuh seorang.
Namun, Geo kejam karena cowok itu memberikan siksaan batin untuk orang itu. Bagaimana tidak, dengan kekuasaan yang Geo miliki, cowok itu bisa dengan mudah mengetahui informasi-informasi pribadi termasuk aib seseorang. Dan Geo, tak segan-segan untuk membongkar aib seseorang itu kalau saja sampai seseorang itu berusaha mengganggu ketenangannya.
Dan sejauh ini, korban Geo adalah seorang gadis-gadis centil yang ada di sekolahnya.
Selain itu, Geo juga biasanya akan memberi tindakan kepada seseorang itu dengan sesuatu yang seseorang itu takuti. Ya, phobia.
Jika saja seseorang yang mencoba mendekatinya memiliki phobia, Geo akan menggunakan itu untuk alat eksekusi.
Yang waktu itu Lula tak sengaja lihat adalah, ada seorang gadis yang mencoba mendekati Geo di dekat toilet sekolah, dengan segera Geo menguncikan seseorang itu di salah satu bilik kamar mandi sekolah dan mematikan lampu kamar mandi itu.
Saat itu Lula bisa mendengar teriakan ketakutan dari seseorang yang dikunci kan Geo di salah satu bilik kamar mandi itu. teriakan itu jelas saja teriakan seorang gadis yang meminta pertolongan. Dari situ Lula menyimpulkan bahwa seseorang yang dikunci kan oleh Geo di salah satu bilik kamar mandi itu memiliki phobia terhadap kegelapan.
Menurut Lula tidak ada yang lebih menyeramkan dan kejam daripada dikunci kan di suatu tempat yang terdapat hal yang menjadi phobia orang itu di sana.
"Berarti yang sekarang kita bisa lakuin emang mencoba untuk terus melindungi Savana dari Geo. Sekarang kita emang udah gak bisa cegah Geo untuk gak serang Savana," tutur Lula menyimpulkan yang langsung diangguki Reno. "Lo tenang aja Ren. Kita gak akan cuma berdua karena ada temen-temen kelas gue yang dengan sukarela mau untuk ikut lindungi Savana. Jangan sampai kita kecolongan," ujar Lula lagi menambahkan.
"Ada Aldi juga yang pasti. Dia bisa bantu kita untuk bawa Geo pergi kalau sampai ada suatu insiden yang gak diinginkan. Karena gue mungkin gak akan bisa lagi ada di deket Geo saat itu. Gue lebih memilih kubu Savana," tutup cowok itu kemudian.