"Geo, gimana? Mau nggak nebengin Savana pulang ke rumah?" ini sudah kesekian kalinya Savana bertanya seperti itu kepada Geo. Kali ini, Savana benar-benar akan semakin agresif. Menurutnya, satu bulan yang lalu usahanya sama sekali tak efisien karena tak membuahkan hasil. Satu bulan yang lalu Savana hanya mencoba untuk dekat dengan Geo saja. Contohnya seperti mendekati Geo saat cowok itu berada di kantin, berada di meja yang sama saat Geo sedang di kantin. Hanya usaha kecil-kecil itu saja yang Savana lakukan.
Kalau tadi Lula bilang Savana dipermalukan oleh Geo, kenyataannya tidak sekejam itu, atau mungkin memang belum sekejam itu. Mungkin yang Lula maksud hanya Savana yang tak pernah dianggap kehadirannya oleh Geo saat gadis itu mencoba mendekati Geo dan mengajak cowok itu berbicara.
Kalau perihal itu, memang benar adanya. Bahkan sampai saat ini pun Savana juga tak pernah Geo pedulikan keberadaannya.
"Geo...," ujar Savana memanggil nama Geo dengan lirih. Namun Geo masih tetap bergeming di tempatnya, tak ada tanda-tanda kalau cowok itu akan menyahuti perkataan Savana
Reno dan Aldi sendiri, kedua cowok itu sebenarnya berada di sekitar sana. Mereka berdiri tak jauh dari tempat Geo dan Savana. Tadi, Reno melarang Aldi untuk mendekat ke arah Geo karena melihat Savana yang berusaha menghampiri cowok tersebut. Kali ini saja, biarkan Reno membantu sedikit usaha Savana untuk mendekati Geo.
Reno sadar sepenuhnya bahwa selama ini cowok itu terus saja berusaha untuk menggagalkan usaha Savana untuk mendekati Geo. Alasannya cukup klise sebenarnya, seperti yang diketahui bahwa Reno takut Savana berhasil disakiti oleh Geo mengingat tabiat cowok itu yang terlalu kejam dan nekat saat berhubungan dengan perempuan.
Sudah banyak yang menjadi korban dari dari Geo sehingga sempai saat ini pun belum ada lagi satupun gadis yang berniat atau berani mendekati Geo. Selain sosok Savana tentu saja.
"Ren, kenapa lo biarin Savana deketin Geo kalo ini? Kata lo, lo takut Savana kenapa-napa kalau dia berhasil deketin Geo," tanya Aldi merasa penasaran dengan perubahan Reno yang tiba-tiba. Dulu saja, Reno yang selalu berusaha keras menggagalkan usaha Savana untuk mendekati Geo. Kenapa kali ini malah Reno terkesan seperti mendukung usaha Savana mendekati Geo?
"Udah Al, lo diem aja kali ini. Biarin aja Savana kali ini deketin Geo, biarin kali ini dia tahu tentang tabiat Geo yang sebenarnya," ujar Reno menjawab dengan tenang. Namun tak ada yang tahu dan sadar bahwa di hati Reno, cowok itu diam-diam menyimpan rasa cemasnya kepada Savana. Mau bagaimanapun juga Savana tetaplah sahabat kecilnya yang sangat dia sayangi bahkan hingga detik ini.
Melihat Savana terluka sama saja membuat dirinya sendiri menderita.
Namun kali ini Reno benar-benar harus melakukan semua ini kepada Savana, agar gadis itu itu bisa dengan segera memilih, harus terus melanjutkan mendekati Geo atau berhenti sampai di sini saja. Reno yakin Geo akan melakukan awalan untuk menolak Savana kali ini dan sebenarnya bisa jadi saja cowok itu akan membentak ke Savana. Mau bagaimanapun itu Reno harus siap menanggung resikonya dan cowok itu akan berusaha untuk membuat Savana kembali tersenyum dan melupakan Geo kalaupun sampai cowok itu berhasil menyakiti hati Savana.
"Gak. Lo pulang sama Reno aja," ujar Geo akhirnya menanggapi ocehan Savana yang sedari tadi tidak kunjung berhenti. Cowok itu tetap mempertahankan wajah datarnya. Dengan suara cowok itu yang berbicara dengan Savana dengan nada dinginnya. Hal itu sama sekali tak mengganggu Savana.
Gadis itu malah tersenyum lebar mendapatkan penolakan dari Geo. Hanya dengan mendengar suara Geo yang menyahuti perkataannya saja, Savana sudah merasa senang bukan main. Maklum saja, gadis itu sudah menjadi b***k cinta akut kepada Geo.
"Eh Ren Ren. Coba lihat deh, itu Savana kenapa senyum-senyum coba?" ujar Aldi merasa heran seraya menunjuk ke arah Savana. Di sana memperlihatkan Savana yang sedang tersenyum menatap Geo sementara hanya menatap datar Savana dengan sekilas kemudian cowok itu beralih menatap kearah motornya.
Sepertinya, Geo berniat untuk segera meninggalkan parkiran sekolah sekarang.
Terbukti dari gerakan cowok itu yang mulai menaiki motor nya dengan Savana yang hanya diam di sebelah Geo yang sudah menaiki motornya. Savana sama sekali tak mengalihkan tatapannya dari Geo, barang sedetik pun.
"Geo gak mungkin setuju buat anterin Savana balik bareng kan Ren?" tanya Aldi lagi masih menatap kearah Savana dan Geo dengan tatapan bingung miliknya.
Reno hanya menggelengkan kepalanya pelan. Cowok itu sendiri tidak tahu apakah Geo menyetujui ajakan Savana untuk mengantarkan gadis itu pulang. Tapi kalau menurut sepengetahuan Reno tentang Geo, sepertinya hal itu tidak mungkin terjadi mengingat geo sangat anti kepada makhluk berjenis kelamin perempuan. Berdekatan saja tidak mau, apalagi untuk berboncengan dan mengantarkan seorang gadis untuk pulang.
Pengecualian untuk mengantarkan Savana saat gadis itu terkena bully di awal-awal gadis itu masih sekolah di SMA Nusa Bangsa. Entahlah, bagaimana hal itu bisa terjadi dan kenapa Geo bisa begitu berbaik hati kepada Savana. Padahal sebelumnya cowok itu selalu acuh tak acuh dengan sekitar. Jangankan menyetujui untuk mengantarkan gadis pulang, menolong korban bully-an dari Raisa saja Geo ogah.
Reno menatap Savana dan Geo dengan tatapan rumit miliknya. Tidak bisa dijabarkan dengan jelas arti dari tatapan Reno tersebut.
"Lo pulang bareng Reno. Selagi gue masih berbaik hati untuk gak bentak lo, coba lo sadar diri untuk berhenti deketin gue. Gue gak suka dan gak akan pernah suka sama cewe spesies lo," ujar Geo dengan nada suara yang motornya. Lalu, terdengar suara mesin motor Geo yang sudah cowok itu nyalakan. Kemudian, cowok itu berlalu meninggalkan Savana yang masih berdiri diam di tempatnya.
Savana terdiam bukan karena gadis itu merasa sakit hati. Gadis itu hanya merasa, sepertinya memang tidak akan semudah untuk bisa mendekati Geo dan mendapatkan hati cowok itu. Hanya saja, Savana tidak ingin menyerah sekarang. Gadis itu masih ingin mencoba memperjuangkan cintanya. Selagi Geo masih belum memiliki seorang kekasih, Savana rasa gadis itu tidak apa-apa untuk mendekati Geo.
Kalau saja Geo sudah memiliki seorang kekasih, Savana tidak mungkin akan seniat dan sekeras ini untuk memperjuangkan Geo. Sesuka apapun Savana kepada Geo, kalai cowok itu sudah memiliki kekasih yang sebenarnya, Savana tidak akan berusaha untuk mendekati Geo lagi.
Karena Savana, masih cukup waras untuk tidak merebut sesuatu yang sudah menjadi milik orang lain. Sekalipun Savana harus merelakan hatinya, gadis itu rela.
Aldi dan Reno dengan gerakan cepat mendekati Savana begitu melihat motor Geo pergi meninggalkan parkiran sekolah. Kedua cowok itu nampak penasaran dengan apa yang dikatakan Geo kepada Savana sehingga gadis itu terdiam saat ini.
"Sava, kamu kenapa? Geo gak apa-apain kamu kan Va?" tanya Reno dengan nada cemasnya. "Geo gak ngomong hal-hal yang bisa buat kamu sakit hati kan Va?" tanya cowok itu lagi kemudian.
Savana hanya tersenyum sekilas dengan menatap Reno yang mencemaskan dirinya. "Sava mau pulang Ren, Sava cape. Nanti kalo udah sampai di rumah aja ya ceritanya?" ujar Savana menjawab dengan pelan yang langsung diangguki oleh Reno.
"Ya udah gak apa-apa kalo kamu gak mau cerita di sini, kita pulang dulu aja," ujar Reno. "Kamu tunggu di sini sama Aldi ya? Aku mau ambil motor dulu," lanjutnya lagi.
Savana mengangguk saja menjawabnya, kemudian Reno berlalu untuk mengambil motornya.
Sementara itu, Aldi hanya bisa diam saja di tempatnya, sebenarnya cowok itu juga merasa penasaran dengan apa yang akan Savana ceritakan kepada Reno. Tapi, Aldi tak mungkin mengatakan hal itu kepada Savana kan?
Jadi, biarlah nanti Aldi mengirimkan pesan kepada Reno, bertanya kepada cowok itu tentang apa yang sebenarnya terjadi antara Savana dan Geo tadi.