CHAPTER 57

1298 Kata
Sedari pagi tadi, sedari awal kedatangannya ke sekolah. Lula memang beranjak pergi meninggalkan Savana sendirian di dalam kelasnya. Ah, sebenarnya tidak sendirian juga. Karena sewaktu Lula meninggalkan Savana di dalam kelas pagi tadi, masih ada beberapa teman kelasnya yang juga berada di dalam kelas itu. Bersama dengan Savana. Lula pikir, gadis itu hanya meninggalkan Savana sendirian di bangkunya saja karena masih banyak anak-anak kelasnya yang tetap berada di dalam kelas, tidak kemana-mana. Namun nyatanya, tanpa Lula sadari, sedari pagi gadis itu bahkan meninggalkan sahabatnya yaitu Savana untuk tinggal sendirian di dalam kelas. Lula tidak tahu bahwa teman-teman kelasnya akan pergi beramai-ramai meninggalkan kelasnya serta Savana sendirian di dalamnya. Bahkan sampai detik ini pun Lula belum mengetahui tentang itu. Ah, sebenarnya tadi seluruh anak-anak kelas Savana mengajak Savana untuk ikut serta bersama dengan mereka pergi menonton bazar dan berkeliling melihat-lihat suasana sekitar. Hanya saja, Savana saat itu langsung menolaknya dan mengatakan bahwa gadis itu sebentar lagi akan bertemu dengan Reno. Tentu saja itu hanya alasan Savana saja. Karena gadis itu sendiri tahu bahwa anak-anak kelasnya tidak akan membiarkan Savana sendirian di dalam kelasnya. Anak-anak kelas benar-benar akan sangat mengkhawatirkan Savana jika mereka tahu Savana akan tinggal sendirian di dalam kelas. Mereka benar-benar sangat peduli dengan Savana. Maka dari itu, Savana mengatakan hal demikian agar mereka semua tidak terlalu mengkhawatirkan gadis itu. Bahkan saat Savana mengatakan bahwa gadis itu akan bertemu dengan Reno pun, pada awalnya anak-anak kelasnya ingin menemani gadis itu untuk menunggu kedatangan Reno. Namun Savana menolaknya dengan mengatakan bahwa Savana yang akan menghampiri Reno. Hingga akhirnya anak-anak kelasnya itupun percaya dan meninggalkan Savana sendirian di dalam kelas karena mereka semua sama-sama berpikir bahwa Savana akan segera pergi dari dalam kelasnya untuk menghampiri Reno. Jadi, merek tak perlu khawatir lagi Savana harus tinggal sendirian di dalam kelasnya. Tidak ada yang tahu atau bahkan menyangka. Savana sendiripun demikian. Bahwa ternyata Lula pergi dari pagi tadi meninggalkan Savana di dalam kelasnya ternyata untuk bertemu dengan Reno. Lula dan Reno sudah janjian dari kemarin malam. Mereka saling mengirim pesan satu sama lain. Dan memutuskan untuk bertemu esok hari yaitu hari ini di sekolah. Lebih tepatnya di bagian taman sekolah. Tanpa mengajak siapapun, termasuk Savana sekalipun. Namun, ada perbedaan di pertemuan antara Lula dan Reno kali ini. Mereka tak lagi bertemu hanya untuk membahas perihal Savana saja. Namun mereka bertemu karena mereka benar-benar ingin saja. Tidak ada alasan pertemuan mereka untuk membahas mengenai Savana lagi. Kini, mereka bertemu karena masalah hati mereka masing-masing. Lula dan Reno memang benar-benar menjadi sangat dekat sekarang. "Ren, udah bel pulang dari tadi loh. Sekolah juga udah mulai sepi, lo gak ada niatan balik ke kelas apa? Sava pasti nungguin lo sekarang, dia kan biasa pulang sama lo," ujar Lula saat gadis itu baru mengingat fakta bahwa Savana biasanya akan pulang sekolah bersama dengan Reno. Gadis itu benar-benar akan selalu menunggu Reno hingga Reno datang menghampirinya. Tak peduli seberapa lama gadis itu harus menunggu kedatangan Reno. Pernah suatu waktu, Reno masih memiliki urusan di ekstra yang diikutinya dan harus pulang pukul 5 sore lebih. Dan Savana dengan setia tetap menunggu Reno sampai cowok itu selesai mengurus urusannya. Mata Reno terlihat melotot kecil mendengar perkataan Lula. Benar. Seharusnya Reno sudah menghampiri Savana sekarang. Seharusnya cowok itu sudah bersama Savana saat ini. Namun, yang ada saat ini cowok itu malah terlihat masih duduk dengan tenang di kursi taman bersama dengan Lula, sahabat dari sahabatnya yaitu Savana. "Lo bener! Gue lupa!" ujar Reno gelagapan. Cowok itu langsung berdiri dari tempatnya. Tangan cowok itu bergerak merogoh saku celana seragamnya. Mencari keberadaan ponsel miliknya. "Sial! Gue lupa kalo ponsel gue, gue tinggal di kelas!" rutuk Reno dengan panik saat baru mengingat bahwa cowok itu memang sengaja meninggalkan ponselnya di dalam kelas. Awalnya Reno sengaja untuk meninggalkan ponselnya di dalam kelas karena ponselnya itu kehabisan baterai. Reno berniat meninggalkannya di kelas dengan keadaan ponselnya yang sedang di charge. "Gue ke kelas duluan, lo kalo mau ikut ya ayo. Tapi kalo mau balik ke kelas ya silahkan," ujar Reno dengan keadaan cowok itu yang masih dilanda panik. Intinya, sebelum Reno mengetahui keberadaan Savana, cowok itu akan terus merasakan rasa panik semacam ini. Reno lalu berlari menuju kelasnya meninggalkan Lula sendirian di kursi taman itu. Reno tak ingin terlalu lama menunggu jawaban dari Lula. Karena menurutnya itu akan semakin membuat waktu Reno terbuang sia-sia. Sekarang ini benar-benar sudah lama sejak jam pulang sekolah berbunyi. Reno benar-benar mengkhawatirkan Savana sekarang. Tak lama setelah melihat Reno berlari meninggalkan Lula sendirian di kursi taman itu, Lula Dengan segera langsung ikut berlari mengejar Reno, Lula akan menghampiri cowok itu dan mengikuti kemanapun cowok itu pergi. Lula merasa tak tenang kalau harus meninggalkan dan membiarkan Reno sendirian dalam kondisi panik seperti saat ini. Di sisi Reno, cowok itu langsung masuk ke dalam kelasnya dan berjalan kearah dimana ponselnya berada. Dan sialnya, saat Reno mengecek ponselnya sendiri itu, ponselnya masih dalam keadaan mati. Ternyata, Reno meninggalkan ponselnya dalam keadaan belum ter-charge. "Sialan! Bodoh!" maki Reno dengan kesal entah pada siapa. Lula yang sudah berdiri di ambang pintu kelas Reno dengan perlahan mendekati cowok itu. Tangan gadis itu lalu terulur untuk mengusap pelan bahu Reno, berharap cowok itu bisa menjadi lebih tenang sekarang. "Udah Ren sabar. Percaya sama gue deh, Sava pasti gak apa-apa kok," ujar Lula berusaha memberikan kata-kata menenangkan untuk Reno. Namun sayangnya, itu sama sekali tidak membantu. Reno masih terlihat sedikit emosi di tempatnya. "Wih, ada apaan nih lo berdua, berdua-duaan di kelas yang sepi kaya gini," suara laki-laki dari arah depan pintu kelas Reno berhasil mengalihkan perhatian Reno dan Lula secara bersamaan untuk menatap kearah sumber suara. Melihat keberadaan Aldi di sana, dengan tergesa Reno berjalan dengan langkah lebar, mendekati sahabat laki-lakinya itu. "Al, lo lihat Sava gak? Dia ada dimana? Di kelasnya masih ada nggak?" tanya Reno beruntun pada Aldi yang menatapnya sedikit cengo. Tak lama setelahnya, Aldi nampak tersenyum kecil, namun ada sedikit kesan aneh pada senyuman Aldi kali ini. Entahlah, apa arti senyuman itu. "Sava udah gak ada di kelasnya, gue barusan lewat sana tadi. Kelasnya udah sepi, cuma ada satu tas dong di sana, dan lo tahu sendiri kan itu tas siapa," ujar Aldi menjawab dengan jujur. Memang seperti itu nyatanya, kelas Savana memang sudah sepi dan memang hanya tersisa satu tas saja didalam sana. Dan jelas itu adalah tas Lula. Aldi memang tadi sempat lewat di depan kelas Savana, bahkan cowok itu masuk ke dalamnya untuk memastikan suatu hal. Dan saat masuk di dalam kelas Savana, Aldi memang benar-benar hanya melihat satu tas saja yang masih tersisa di kelas itu. Sebenarnya pada awalnya Aldi tak tahu tas milik siapa itu, tapi melihat adanya keberadaan Lula disini, Aldi menjadi tahu beberapa hal sekarang. "Tapi lo tenang aja, Sava udah pergi dari sekolah dengan selamat, lo gak perlu khawatir karena gue sendiri jaminannya," ujar Aldi kembali melanjutkan. Perkataan Aldi ini, setidaknya berhasil membuat Reno merasa sedikit lebih tenang dibuatnya. "Pesen gue, lain kali kalau mau pergi kemanapun itu, tolong pertama-tama lo harus inget Savana. Lo punya tugas dan tanggungjawab untuk jagain dia. Jangan sampe teledor kaya gini. Hari ini masih untuk ada orang yang berbaik hati. Kan lo gak tahu gimana kedepannya," lanjut Aldi lagi kemudian berjalan melangkah semakin masuk kedalam kelasnya. Meninggalkan Reno yang masih berdiri tegak di samping Lula Aldi mengambil tasnya sendiri kemudian kembali berjalan mendekati Reno. Saat berada di samping cowok itu, Aldi menepuk pundak Reno sekilas lalu pergi meninggalkan kelas tanpa kata. Aldi baru saja kembali dari beberapa urusan yang berhubungan dengan ekstranya. Dan cowok itu tidak menyangka bahwa akan ada kejadian seperti ini disaat cowok itu bahkan baru hanya sehari ini saja meninggalkan Reno dan Geo. Ah, Aldi sepertinya harus sering-sering berada di sekitar Reno dan Geo. Cowok itu tak bisa membiarkan kejadian seperti ini terulang kembali. Keteledoran Reno yang seperti ini, sebenarnya tak pernah terpikirkan di kepala Aldi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN