Parkiran di SMA Nusa Bangsa nampak sangat ramai sekarang. Padahal, jam pulang sekolah baru saja berbunyi sekitar satu menit yang lalu.
Mungkin itu dikarenakan efek dari beberapa kelas yang mengalami kekosongan pelajaran di jam terakhir mereka. Sehingga membuat beberapa kelas itu keluar lebih awal dan menyebabkan keramaian di parkiran sekolah lebih awal pula.
Berbeda dengan siswa-siswi lain yang begitu antusias saat mendengar jam pulang berbunyi, Geo, Reno dan Aldi justru masih nampak duduk dengan tenang di kelas mereka. Mereka terlihat sedang memainkan ponselnya masing-masing sembari menunggu sekitar 15 menit lagi agar parkiran sekolah lebih sepi dari sekarang.
Pun begitu juga dengan Savana dan Lula yang juga sama-sama masih berada di dalam kelas mereka. Savana yang memang akan pulang bersama Reno pun memutuskan untuk menunggu kabar dari Reno saat cowok itu mengatakan akan pulang. Tadi, saat bel pulang baru saja berbunyi, Reno mengirimi Savana pesan dan mengatakan kepada Savana untuk tetap diam di kelasnya karena Reno belum ingin pulang saat itu juga. Alhasil, masih dikelas lah Savana sekarang.
Namun, berbeda dengan Reno yang hanya bertiga saja dengan Aldi dan Geo di kelasnya, di kelas Savana justru masih cukup ramai sekarang. Hampir setengah dari penghuni kelas Savana masih berada di kelas, sama dengan Geo, Aldi dan Reno, mereka juga malas untuk berdesakan di parkiran sekolah. Maka dari itu, mereka akan menunggu beberapa menit lagi agar parkiran lebih sepi dari sekarang ini.
Ting!
Suara dering tanda ada suatu pesan masuk di ponsel Reno membuat cowok yang tadinya sedang memiringkan ponselnya menjadi horizontal karena sedang bermain game itu menjadi memposisikan ponselnya seperti pada umumnya, vertikal.
Reno segera keluar dari dalam gamenya tanpa pikir panjang lagi saat melihat nama pengirim pesan yang muncul di atas pop up layar ponselnya, Savana Arabella.
Savana Arabella: Ren, kayanya aku mau ngomong langsung aja deh sama Geo hari ini.
Savana Arabella: Kayanya aku emang harus cepet-cepet pastiin dan ambil keputusan, aku gak bisa kalo harus kaya gini terus.
Savana Arabella: Kamu tolong aturin tempat buat aku ngomong sama Geo ya Ren? Kabarin aku kalau udah nemu yang menurut kamu cocok, aku tunggu.
Saat membaca pesan dari Savana itu, Reno merasakan sebuah perasaan campur aduk dibuatnya. Antara senang dan juga tegang sekaligus khawatir. Di satu sisi cowok itu senang karena Savana sudah mengambil keputusan yang baik untuk segera memperjelas bagaimana hubungan kedepannya antara Savana dengan Geo. Tapi di sisi yang lainnya lagi, cowok itu juga merasa khawatir kepasa mental Savana, apakah nanti gadis itu akan benar-benar siap dengan semua kemungkinan yang akan terjadi? Atau gadis itu hanya akan berpura-pura siap saja? Ah, ini rasa cukup menegangkan untuk Reno.
Namun, bagaimanapun nantinya, Reno akan tetap selalu mencoba memberikan yang terbaik kepada Savana. Untuk bisa membuat Savana berada di titik ini rasanya sangat sulit untuk Reno, kalau bukan karena bantuan mimpi yang mendatangi tidur Savana kemarin, Reno tak yakin Savana akan bisa mengambil keputusan seperti sekarang ini.
Maka dari itu, Reno tak akan menyia-nyiakan ini semua.
Reno Ardiansyah: Kamu udah ambil keputusan yang terbaik Sava, makasih udah mau cepat-cepat memperjelas semuanya.
Reno Ardiansyah: Aku, Aldi sama Geo sekarang lagi ada di kelas Sava, kamu bisa langsung kesini kalo kamu pengen.
Reno Ardiansyah: Tapi sebelum kamu kesini, pastiin satu hal ini Sava. Kamu harus datang sendirian, jangan ajak siapapun termasuk Lula. Dia belum tahu soal keputusan yang udah kamu ambil ini kan?
Setelah mengetikkan balasan dan mengirimkannya kepada Savana itu, Reno tak menaruh ponselnya ataupun kembali memainkan gamenya. Cowok itu lebih memutuskan untuk menunggu balasan pesan dari Savana. Karena cowok itu sendiri yakin, Savana akan segera membalas pesannya, apalagi melihat Savana yang langsung membaca pesannya begitu cowok itu menekan tombol send.
Dan benar saja. Seperti apa yang sudah Reno duga, Savana memang benar-benar langsung membalas pesan dari cowok itu.
Savana Arabella: Okey Ren, aku langsung ke sana sekarang. Dan aku juga bakal pastiin, aku sendirian ke sananya, gak sama Lula ataupun yang lainnya.
Hanya itu saja balasan dari Savana, dan Reno masih berniat untuk membalas pesan dari gadis itu, dengan gerakan lihainya, jari Reno menari di atas keyboard ponselnya.
Reno Ardiansyah: Iya Sava, aku tunggu.
Pesan dari Reno itu menghentikan kegiatan Savana dan Reno yang saling berkirim pesan. Melihat tanda online Savana berubah menjadi last seen dan pesannya yang juga tak dibaca Savana membuat Reno yakin bahwa saat ini Savana tengah menuju kearah kelasnya berada. Maka dari itu, sebagai langkah awal dan antisipasinya, Reno memutuskan untuk memberikan aba-aba kepada Geo, agar cowok itu juga mempersiapkan dirinya dan tidak langsung pergi saat Savana datang.
"Ekhem," dehem Reno berhasil mengalihkan perhatian Aldi dari game yang sedang cowok itu mainkan saat ini. Namun deheman itu tidak berhasil mengalihkan perhatian Geo dari game yang sedang cowok itu mainkan.
Memang, baik Reno, Aldi ataupun Geo, masing-masing dari mereka sedang sama-sama bermain game tadi. Namun dengan game yang berbeda-beda.
"Kenapa Ren?" tanya Aldi merasa heran dengan tingkah Reno saat ini. Beberapa kali Aldi menciduk Reno yang sedang melirik-lirik tipis kearah Geo. Sepertinya, akan ada sesuatu yang cowok itu ingin sampaikan.
"Geo," jawab Reno dengan singkat. Baru setelah itulah Geo mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya untuk menatap kearah Reno karena Reno yang tiba-tiba saja menyebut namanya. Padahal cowok itu sedari tadi hanya diam saja.
"Kenapa?" tanya Geo langsung pada intinya. Seperti biasa, Geo tidak suka basa-basi, cowok itu lebih suka to the point.
Reno terdengar menghela napasnya pelan sebelum menjawab pertanyaan Geo yang sedang menatapnya dengan tatapan datar. Sementara Aldi, cowok itu juga sedari tadi masih menatap Reno dengan raut wajah yang sangat menunjukkan rasa penasarannya.
"Apa yang lo mau bentar lagi terwujud Ge," ujar Reno dengan ambigu. Geo dan Aldi yang mendengarnya sama sekali tidak paham dengan apa yang cowok itu katakan. Terlalu tidak jelas.
"Maksud lo?" lagi, Geo bertanya. Kali ini disertai dengan raut wajahnya yang berubah menjadi menampilkan suatu kebingungan. Aldi merasa sangat terwakili dengan pertanyaan yang diajukan Geo tersebut. Karena jujur saja, Aldi juga merasa bingung dan tak paham dengan perkataan nyeleneh Reno.
Lagi dan lagi pula, Reno menghela napasnya dengan pelan sebelum berbicara. "Sava, dia akan segera kesini. Gue minta dama lo biat pastiin dan siapin diri lo baik-baik Ge. Gue minta tolong buat tata emosi lo rapi-rapi dan jangan sampai gue denger lo bentak Sava," ujar Reno menjawab dengan tenang. "Gue bener-bener minta tolong soal ini untuk yang terakhir kalinya Ge. Karena setelahnya, gue yang akan jamin kalau Sava gak akan lagi buat lo merasa terganggu kedepannya. Seenggaknya itu bisa gue jamin kecuali kalau lo sendiri yang membuat Sava kembali berharap," lanjut Reno dengan lugas tanpa hambatan.
Entah apa yang Reno maksud, tapi jika itu adalah suatu kebenaran, Geo akan melakukannya. Semoga juga semuanya berjalan seperti apa yang dikatakan Reno dan cowok itu janjikan.
Geo, ingin segera lepas dari Savana.