"Assalamualaikum," salam yang keluar dari mulut Savana berhasil mengalihkan perhatian Geo dan Aldi yang tadinya sedang sibuk memikirkan maksud dari perkataan Reno. Sementara Reno, cowok itu kali ini bersikap lebih santai, meskipun tak urung cowok itu sebenarnya juga merasa sedikit waspada, takut-takut kalau sampai Geo membentak Savana. Itu mungkin akan berakibat sangat fatal untuk gadis itu.
"Udah dateng Va?" ujar Reno basa-basi dengan senyuman yang perlahan mulai terbentuk di bibirnya. "Masuk sini," lanjut cowok itu mempersilahkan karena Savana yang memang hanya berdiri saja di depan pintu kelas mereka. Dan barulah saat Reno mengatakan itu, Savana mulai melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kelas tersebut.
Savana sendiri memang sengaja berdiri di depan pintu kelas Reno karena gadis itu yang tidak ingin dianggap bersikap tak sopan. Apalagi ada Geo di sana. Savana ingat betul bagaimana tajam dan pedasnya mulut Geo itu. Jadi, gadis itu memilih jalur aman saja, dia tidak akan langsung asal masuk ke kelas mereka kalau tidak dipersilahkan sang penghuni kelas tersebut.
"Kabar gimana Va? Baik gak? Udah lama kita gak saling sapa," Aldi berkata seperti itu untuk sedikit mencairkan suasana karena menyadari Geo yang masih terlihat sangat kaku dan tidak bersahabat untuk Savana. Lagipula, Aldi memang sudah cukup lama tidak mengobrol dengan Savana. Padahal kalau diingat-ingat, gadis itu sangat asik dan seru. Savana juga gadis yang baik, Aldi suka mengobrol dengannya.
Savana balas tersenyum saat mendengar pertanyaan tentang kabarnya dari Aldi, setidaknya setelah ditanyai seperti itu, Savana jadi merasa sedikit lebih di terima. Aldi dan Reno menyambut Savana dengan baik, tapi tidak dengan Geo. Ah, bukannya memang seperti itu biasanya?
"Kabar aku baik kok Al," ujar Savana menjawab dengan jujur, apa adanya. Savana memang merasa dirinya sehat-sehat saja, fisiknya nampak normal seperti biasanya, tapi siapa yang menyangka bahwa hati gadis itu yang sedang tidak baik-baik saja?
Jujur, Aldi sedikit terkejut saat mendengar jawaban yang diberikan Savana. Ah, bukan. Lebih tepatnya cara berbicara Savana. Gadis yang biasanya menyebut dirinya sebagai 'Sava' kini berubah menjadi 'Aku'
Untuk ukuran Aldi yang belum lama mengenal Savana saja merasa cukup aneh mendengarnya. Lalu, bagaimana dengan Reno? Aldi secara refleks langsung menoleh menatap Reno dengan raut kaget dan bingungnya. Namun yang ada, Reno hanya balas melirik Aldi sekilas disertai senyuman kecilnya, kemudian cowok itu kembali fokus menatap Savana.
Ah, sepertinya Aldi melewatkan banyak hal disaat cowok itu tidak saling bertegur sapa dengan Savana.
"Reno...," panggil Savana pada Reno dengan suara pelannya, dia sedang meminta arahan dari Reno. Gadis itu sebenarnya masih merasa sedikit takut bahkan hanya dengan melihat Geo saja, padahal itu hanya terjadi di mimpinya saja, namun entah karena trauma Savana atau karena apa, mimpi itu sudah terlanjur melekat di pikiran Savana. Dan itu membuat gadis itu menjadi merasa takut sekarang.
Reno tersenyum dan mengangguk mempersilakan Savana untuk memulai apapun yang ingin gadis itu katakan kepada Geo sekarang.
"Geo udah aku bilangin kok Va, jangan takut. Ngomong aja sekarang," ujar cowok itu.
Savana mengangguk, lalu terdengar suara helaan napas yang cukup panjang. Baiklah, Savana memang akan mempersiapkan dirinya.
"Geo..," bukan hanya pelan saja, tapi suara Savana saat memanggil nama Geo itu juga terdengar sangat lirih. Dilihat dari sisi Savana, Geo masih belum memberikan reaksi apapun, bahkan untuk melihat Savana saja Savana rasa Geo enggan. Geo hanya terlihat sesekali melirik Savana kemudian, mengalihkan pandangannya pada luar kelasnya.
"Aku gak tahu mau mulai dari mana. Intinya aku sebenernya udah suka sama kamu dari awal aku lihat kamu tolongin aku dari bullyan Kak Raisa awal aku masuk di sekolah ini," tutur Savana. "Dari situ, aku mulai berusaha buat deketin kamu, apalagi setelah aku tahu fakta bahwa ternyata kamu berteman baik sama Reno, aku jadi semakin yakin untuk deketin kamu karena aku yakin, kamu orang baik. Kamu saat itu tolongin aku dari bullyian Kakak kelas padahal sebelumnya kita belum pernah saling kenal, bahkan ketemu sekalipun. Reno juga gak akan mungkin temenan sama orang jahat," lanjut gadis itu dengan tatapan sendunya yang terus terarah pada Geo.
"Geo, percaya sama aku. Meskipun aku udah dapat banyak bentuk penolakan dari kamu, sekalipun aku sebenarnya gak ada niatan untuk nyerah gitu aja. Aku bahkan gak pernah peduli sama omongan orang yang bilang kalo aku ini murahan karena terus-terusan deketin kamu yang gak mau sama aku. Orang-orang bilang, aku ini pura-pura polos untuk bisa narik perhatian cowo-cowo di sekolah ini," tambah gadis itu semakin memperjelas semuanya. Savana benar-benar mengeluarkan hampir semua yang ada di isi hatinya sekarang kepada cowok yang bahkan sampai saat ini pun masih cukup enggan untuk menatap kearahnya. "Aku gak pernah peduli dengan semua itu karena aku yakin, suatu saat nanti pasti aku akan berhasil ngebuat kamu suka sama aku. Aku juga gak pernah ngomong kalau aku ini cewe yang polos. Aku cuma sedikit bodoh aja, apalagi kalau soal cinta," lanjutnya.
"Tapi tenang Geo, sekarang aku udah sadar satu hal. Bahwa ternyata aku gak sekuat itu untuk bisa bertahan dan nunggu kamu balas perasaan suka aku. Dan dengan itu, aku rasa bukannya lebih baik kalau aku milih mundur? Aku rasa, dengan begitu kamu gak akan merasa terganggu lagi kan sama kehadiran aku? Kamu tenang aja Geo, aku tahu kok kalau kamu sebenarnya merasa terganggu sama kehadiran aku dan aku sendiri yang akan jamin kalau kedepannya aku gak akan ganggu hidup kamu lagi, kecuali kalau kamu sendiri yang membuka peluang itu untuk aku," tambah Savana lagi. "Sebagai penutup, aku cuma pengen bilang kalau di detik sekarang, dimana aku ngomongin ini semua ke kamu, aku sebenarnya masih sangat amat suka sama kamu Geo. Tapi maaf, aku kayanya gak bisa lanjutin buat berusaha deketin kamu lagi kedepannya," katanya.
"Aku mundur Geo, tapi ingatlah satu hal bahwa aku masih sangat suka sama kamu, dan mungkin akan selalu begitu," pungkas Savana diakhiri dengan senyuman manisnya.
Dan barulah setelah selesai mengatakan itu, Savana mengalihkan pandangannya dari Geo untuk menatap kearah Reno.
"Aku udah selesai Ren, aku mau pulang sekarang," ujar Savana pada Reno yang sedari tadi menatap kearah Savana dan Geo bergantian.
Reno mengangguk singkat mengiyakan. "Kamu keluar dulu ya Va? Tunggu aku di depan kelas atau diparkiran aja, aku masih ada sedikit hal yang perlu diomongin sama temen-temen aku," ujar Reno yang langsung mendapatkan anggukan setuju dari Sava.
"Aku tunggu di depan kelas Ren," ujar Savana kemudian berlalu keluar dari dalam kelas ketiga cowok yang berada di sana itu.
Setelah memastikan Savana sudah keluar dari dalam kelasnya, Reno balik untuk menatap kearah Geo yang sedari tadi hanya diam saja, tidak menanggapi perkataan Savana sama sekali.
"Gue tahu lo dari tadi natap dis Geo. Permainan mata lo gue akui cukup bagus," ujar Reno pada sahabatnya yang satu itu. "Gimana?Sekarang udah seneng kan? Seenggaknya gue juga lega karena Savana mau melepas lo sekarang. Dengan begitu, gue rasa gue gak perlu lagi pusing-pusing mikirin bakalan lebih bela siapa diantara lo sama Sava," lanjutnya.
"Thanks by the way, lo udah cukup kooperatif tadi. Gue bener-bener sangat berterimakasih untuk itu," lanjut Reno lalu menepuk pundak Geo sekilas sebelum berlalu pergi meninggalkan kelas, meninggalkan Aldi dan Geo berdua di dalam kelas
Reno akan menyusul Savana dan mengantarkan gadis itu pulang sekarang.