CHAPTER 44

1123 Kata
"Weekend nanti lo pada udah pada ada acara gak?" tanya Aldi sembari memasukkan satu sendok soto kedalam mulutnya. Saat ini mereka sudah ada di kantin sekolah untuk mengisi perut mereka yang memang sedang kosong. Suasana di kantin memang cukup ramai seperti biasanya, hanya saja ada yang berbeda kali ini. Ada beberapa siswa-siswi dengan jas osisnya sedang berkeliaran di sekitar kantin. Beberapa siswa-siswi yang merupakan anggota osis itu nampak terlihat sedang mengambil beberapa kantong kresek merah besar yang diyakini berisi makanan kotak. Memang, hari ini osis sedang ada rapat besar-besaran untuk event sekolah. Karena sebentar lagi SMA Nusa Bangsa akan berulang tahun yang ke-60. Hal itu membuat siswa-siswi yang tergabung dalam organisasi osis tengah sibuk untuk beberapa hari terakhir ini. Sudah H-3 dan para anggota osis semakin mengerahkan seluruh tenaganya untuk acara dies natalis itu. Kabarnya, dies natalis SMA Nusa Bangsa tahun ini akan berlangsung selama 3 hari berturut-turut di sekolah dengan berbagai acara serta ada 3 hari 2 malam untuk berlibur ke suatu tempat di luar kota, entah kota mana itu. Dan juga, entah benar atau tidaknya berita itu, masih juga belum ada konfirmasinya, semuanya masih sekedar berita simpang siur saja. Oh ya, tapi sebenarnya untuk event ulang tahun sekolah perihal berlibur di luar kota tersebut seharusnya terjamin akan kebenarannya. Karena yang satu itu memang sudah menjadi tradisi di SMA Nusa Bangsa setiap ada event ulang tahun sekolah. Di SMA Nusa Bangsa memang sengaja memberikan murid-muridnya berlibur saat ada event ulang tahun sekolah agar murid-muridnya tersebut tidak banyak yang stress karena terus saja dan hanya memikirkan perihal pelajaran mereka saja. Pihak SMA Nusa Bangsa tahu bahwa murid-muridnya juga butuh healing, oleh karena itu, mereka akan mengadakan acara berlibur ke suatu kota. Jadi, di setiap tahunnya, untuk semua angkatan di SMA Nusa Bangsa akan mendapatkan kesempatan untuk berlibur di event ini, berbeda dengan sekolah-sekolah lainnya yang biasanya hanya angkatan kelas 11 saja yang akan berlibur, itupun memang karena ada study tour. Kalau di SMA Nusa Bangsa, khusus untuk angkatan kelas 11 akan melaksanakan dua kali liburan setiap tahunnya. Yang pertama yaitu saat event ulang tahun sekolah, dan yang kedua untuk study tour. Ngomong-ngomong, soal kota yang akan menjadi tempat tujuan event ulang tahun sekolah tahun ini, belum ada kepastiannya. Serta soal berapa harinya mereka pergi berlibur, belum ada konfirmasi kebenarannya. Yang jelas, biasanya tiap tahun berbeda soal kota yang menjadi tempat tujuan dan berapa lamanya mereka akan disana. Namun, karena event ini sudah berlangsung selama hampir dari 30 tahun, bisa dipastikan bahwa hampir seluruh tempat-tempat terkenal yang ada di wilayah Indonesia sudah menjadi destinasi tujuan SMA Nusa Bangsa. Seperti tahun lalu, SMA Nusa Bangsa menjadikan kota Surabaya sebagai tempat tujuan mereka, padahal di beberapa tahun yang lalu, Surabaya sudah di kunjungi oleh siswa-siswi SMA Nusa Bangsa angkatan sebelumnya. Untuk kota yang satu itu, murid-murid SMA Nusa Bangsa memang lebih banyak belajar mengenai sejarah daripada liburan, namun tetap saja, mereka bersenang-senang saat berada di Surabaya. Mereka pun hanya satu hari penuh saja di sana, karena setelahnya, mereka harus langsung pulang dan lanjut untuk ke kota Yogyakarta. Saat itu, rombongan SMA Nusa Bangsa sampai di kota Yogyakarta pada malam hari, dan mereka sangat menikmati suasana malam hari di kota Yogyakarta, tentu saja mereka tak melupakan Malioboro untuk dijadikan destinasi wajib mereka saat singgah di kota Yogyakarta. Ah, tapi saat mengingat malam di kota Yogyakarta itu, rasanya untuk Aldi, Reno dan Geo, semuanya malah nampak cukup lucu. Mereka bertiga sempat hampir saja tersesat saat ada di kota Yogyakarta waktu itu. Semua itu bisa terjadi karena ulah Aldi dan Reno yang terlalu banyak bercanda dan tidak memperhatikan jalannya. Sementara Geo, seperti biasanya, cowok itu hanya diam saja dan menjadi penonton. Untung saja, saat itu mereka tidak jadi tersesat di tengah-tengah keramaian Malioboro di malam hari karena Geo dengan daya ingat tingginya yang begitu mengingat jalan-jalan yang mereka lalui malam itu. Serta, Geo juga dapat mengingat dimana letak bus mereka terparkir. Sebenarnya, yang manjadi alasan utama mereka hampir tersesat adalah karena Reno dan Aldi yang melupakan tempat dimana parkiran bus mereka berada. Ah, jika diingat-ingat memang cukup lucu dan sedikit menjengkelkan untuk Geo. "Kaga ada," jawab Reno seadanya. "Ada apa lo tiba-tiba tanya gitu sama kita? Mau ngajakin kita jalan lo?" tanya cowok itu balik, kemudian. Aldi terlihat mendengus kesal mendengar jawaban serta pertanyaan yang terlontar dari Reno. "Tanya doang gue, pede banget lo," ujar cowok itu yang tak lagi di tanggapi Reno. "Ngomong-ngomong, soal event dies natalis sekolah, itu emangnya bener ya? Eventnya bakal berlangsung selama satu minggu full?" lanjut cowok itu kembali bertanya. Reno terlihat mengangkat bahunya kecil. "Kaga tahu gue, bener kali," jawabnya asal. "Aturan mah kalo satu minggu full kaya gitu diisi sama liburan ke luar kota aja ya. Daripada yang 3 hari buat event-event mainstream kaya gitu. Gak seru banget kayanya," lanjutnya lagi berceletuk dengan ringan. Suara decakan keluar dari mulut Aldi saat mendengar jawaban dari Reno perihal event dies natalis yang 'katanya' akan benar-benar dilaksanakan itu. "Wah, gak bener nih lo Ren. Kalo aja sampe Savana denger lo ngomong gitu, udah pasti itu anak satu cemberut gak kelar-kelar. Bisa ngambek dia," kata Aldi yang berhasil membuat mata Reno melotot kecil karenanya. Memang seperti itulah Savana, gadis cantik itu sangat tidak suka ada seseorang yang tidak menghargai suatu usaha orang lain. Savana bisa dipastikan akan kesal dengan Reno jika saja mendengar perkataan Reno tadi yang seakan men-judge keputusan yang sudah ditentukan oleh pihak osis dan disetujui oleh guru-guru yang bersangkutan. Karena Savana sendiri tahu, membuat event-event seperti itu tidaklah mudah, maka gadis itu akan sangat kesal jika ada seseorang yang tidak menghargai kerja keras si pembuat event. Gadis itu sendiri juga yakin bahwa anggota osis sudah benar-benar mengerahkan semua usaha dan tenaga terbaiknya untuk event ini. Dan event ini juga sudah pasti dipikirkan secara matang-matang oleh mereka. "Ya lo makanya diem-diem aja. Jangan cepuin ke Sava. Dia kalo ngambek soal ginian pasti lama, gue susah bujukinnya," ujar Reno pada Aldi. Ngomong-ngomong, Aldi bisa tahu bahwa Savana tidak suka jika ada seseorang yang men-judge usaha yang dilakukan orang lain karena Aldi sendiri pernah mendapatkan omelan dari Savana saat cowok itu men-judge prakarya yang dibuat oleh teman-teman kelompoknya. Saat itu, Aldi sedang bermain ke rumah Reno dan ada Savana juga di sana. Dan jadilah Aldi mendapatkan banyak sekali omelan dari gadis cantik itu. Ah, Aldi tak akan melupakan peristiwa itu. Ngomong-ngomong, sedari tadi Geo hanya diam saja tak bersuara sama sekali. Cowok itu hanya menjadi pendengar saja, dan sesekali akan ikut berkomentar jika ditanya. "Kalo menurut lo sendiri gimana Ge? Lebih bagus eventnya diisi sama liburan semuanya atau separuhnya diisi event di sekolah dan separuhnya lagi diisi sama liburan?" tanya Aldi kemudian pada Geo yang sedari tadi terdiam. Geo terdiam sejenak saat mendapatkan pertanyaan itu. "Gue ngikut sama keputusan yang dibuat aja," balas cowok itu ringan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN