awal kerja
Saya Ajun usia 19 tahun . Hidup di desa bersama kedua orang tua . Saya baru lulus sekolah SMA . Saya tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi karena memang tidak ada biaya.
Suatu ketika saya mendapat kabar ada lowongan pekerjaan di kota . Sayapun langsung melamar pekerjaan itu , pekerjaan sebagai marketing di dealer motor.
Tanpa menunggu lama lagi , keesokan harinya saya dapat panggung untuk langsung bekerja . Begitu bahagianya saya karena saat ini saya sudah bekerja. Dengan pakaian yang rapi saya langsung menuju tempat saya bekerja.
Sampai di kantor , saya langsung diberi arahan sama kepala marketing dan diperkenalkan satu persatu ke semua karyawan . Saat berkenalan ada seorang perempuan yang membuat hatiku luluh. Seorang perempuan cantik yang usianya di atas saya . Suatu kebetulan juga , dia satu tim bersama saya . Karena memang kita marketing lapangan , kami semua harus berangkat entah kemana mencari konsumen . Yang penting tidak berada di dealer , nanti kita semua akan kena tegur pimpinan cabang .
"Jun , kamu hari ini temenin Mira ya . Ke tempat calon konsumen . " Ucap sang kepala tim yang bernam Ucok .
"Siap pak .".ucapku .
Mira , dialah perempuan yang sudah membuat hatiku luluh . Dia begit cantik mempesona , senang rasanya saat pertama bekerja harus mengantarkan dia ke rumah calon konsumen . Saya membonceng Mira dengan motor saya , dia membonceng masih agak kebelakang menjaga jarak agar payudaranya tidak terkena punggung saya.
"Mas , nanti tolong jemput anak aku dulu ya ." Ucap Mira agak keras .
Karena memang saya yang mendengar hanya samar-samar , sayapun bertanya apa yang Mira ucapkan . Tanpa diduga dia memajukan bokongnya , dan kini p******a yang lumayan besar itu menggencet punggung saya .
"Nanti tolong jemput anak aku dulu di TK Pertiwi ." Ucapnya .
"Siap mbak ."
Dan ternyata Mira tidak merubah boncengannya , dia masih saja menempelkan payudaranya ke punggung saya . Kemudian tangannya pun kini sudah berada di paha atas saya . Beberapa centimeter saja pasti sudah menyenggol p***s saya yang berdiri ini .
Tak terasa kami sudah berada didepan sekolah anaknya Mira. Kami menunggu anaknya Mira dengan duduk di atas motor . Dan duduknya Mira , masih sama seperti tadi . Dia masih menempelkan payudaranya dipunggung saya .
Beberapa menit menunggu , akhirnya anaknya Mira keluar juga dari kelas. Mira yang mengetahui itu langsung saja menghampiri anak perempuannya itu . Kemudian mereka pun langsung menghampiri saya . Saat anaknya mau digendong untuk didudukkan ditengah , anaknya menangis dan meminta untuk berada didepan . Mira mengangkat anaknya untuk duduk didepan dan dia langsung membonceng saya dibelakang.
Saya jalankan motor saya dengan hati-hati . Karena mungkin Mira takut terjadi apa-apa sama anaknya , dia melingkarkan tangannya untuk memegang anaknya. Kejadian seperti ini membuat p******a Mira semakin tergencet di punggung saya .
Tak butuh waktu lama , kami pun tiba dirumahnya Mira . Dan ternyata rumahnya Mira searah dengan rumah saya . Kemudian Mira menyuruh saya untuk mampir dirumahnya terlebih dahulu .
"Mas , mampir dulu . Nyamperin konsumennya nanti saja ." Ucapnya .
"Iya mbak ."
Kamipun langsung masuk kedalam rumah , dan Mira menyuruh saya untuk duduk diruang tamu . Di dalam rumah ini terlihat sangat sepi sekali tidak nampak suaminya Mira . Dan kini Mira menuju ke saya dengan membawa minuman.
"Ini mas minum dulu ." Ucap Mira.
Lalu Mira meninggalkan saya seorang diri dan dia masuk ke kamarnya . Sejurus kemudian dia keluar bersama anaknya yang sudah berganti pakaian.
"Bu , mau nyusul Mbah dulu ya ?" Ucap anaknya .
"Iya nak . Jangan lari-lari ya ." Ucapnya ke anaknya .
Anaknya Mira yang saya tahu bernama intan itupun langsung keluar rumah . Kini didalam rumah ini hanya ada kami berdua . Lalu dengan hati-hati saya beranikan untuk bertanya ke Mira .
"Kok sepi pada kemana mbak ?" Tanyaku .
"Ibu lagi kerja mas di rumah sebelah . Bantu-bantu buat tempe . Kalau suami aku lagi merantau ." Ucapnya.
Cukup lama kami mengobrol dan kini berlanjut mendatangi calon konsumen . Dalam perjalanan yang cukup jauh , Mira membonceng saya dengan berpelukan erat. Lagi-lagi payudaranya menggencet punggungku membuat p***s saya berdiri lagi .
Dengan arahan Mira , kini kami sampai dirumahnya calon konsumen . Calon konsumen yang kami datangi ini adalah ibu muda yang seumuran dengan Mira. Saat saya berbincang dengan Mira , baru saya tahu kalau dia ini bernama Vita. Vita ini orangnya cukup cantik , tapi tidak seseksi Mira .
"Persyaratannya sudah semua kan mbak ." Tanya Mira .
"Masih ada yang kurang kelihatannya ."
Sambil menjelaskan kepada saya , Mira mengecek persyaratan dari Vita ini . Setelah dicek , ternyata memang benar ada persyaratan yang masih kurang. Mira menyuruh Vita untuk besok melengkapi persyaratan dan akan didatangi lagi .
Kemudian kamipun pamit sama Vita untuk berlanjut lagi berkeliling . Cukup pusing rasanya berkeliling menawarkan sepeda motor ke calon-calon konsumen . Karena rasa capek dan lapar , Mira mengajak saya untuk makan terlebih dahulu . Dengan traktiran dari Mira , Kini kamipun makan bersama.
Sehabis makan , saat saya mengajak Mira untuk balik ke dealer dia justru menolaknya. Dan meminta saya untuk berjalan ke pantai . Saya turuti perintah Mira dan berlanjut menuju pantai.