kos kota sebelah

475 Kata
Sayapun mengemudikan motor menuju kota sebelah dengan menahan nafsu . Baru kali ini p***s saya dipegang seorang wanita . Sungguh rasanya membuat batin tersiksa . Setelah menempuh perjalanan lebih dari 30 menit , akhirnya kami sampai di kota sebelah . Kini Mira pun memberi tahu untuk datang menemui temannya . Dengan arahan Mira , sayapun langsung menuju lokasi temannya Mira . Ternyata temannya Mira sudah menunggu di taman kota yang nampak begitu asri . Mira langsung mengajak saya untuk menemui temannya itu . "Lama banget sih , capek tahu nunggu kamu ." Ucap temannya Mira ngedumel . "Maaf . Nih kenalin pacar aku . Namanya Ajun ." Seketika saya langsung kaget mendengar ucapan dari Mira yang mengaku sebagai pacar saya . Belum hilang rasa kaget saya terhadap ucapan Mira , kini dia mengagetkanku lagi dengan memukul pelan lenganku. "Jangan ngelamun terus mas , nih kenalin teman aku . Dian namanya. " "Dian ." Ucapnya sambil mengulurkan tangannya . "Ajun mbak ." Ucapku . Sejurus kemudian Dian memberikan sesuatu kepada Mira . Dan kini Dian meninggalkan kami berdua di taman kota ini . Lalu sayapun memberanikan diri menanyakan ucapan Mira tadi . "Maaf mbak , maksud mbak tadi apa ya ? Kok bilang ke temannya kalau aku ini pacarnya mbak ." Ucapku . "Kenapa mas , apa ada yang salah?" Ucapnya santai . "Ya jelas salah mbak . Memang mbak aku belum punya pacar dan belum pernah pacaran . Tapi kan mbak sendiri sudah punya suami ." Ucapku. Bukannya menjawab dengan ucapan, Mira justru menjawab dengan memberikan ciuman dibibir saya . Lagi-lagi saya dibuat terkejut akan tindakan Mira ini . "Karena aku cinta sama kamu mas . Entah mengapa saat pertama kali melihat kamu , ada aura pemimpin dan penuh kasih sayang di diri kamu ." Ucapnya . "Tapi ini salah mbak , kan kamu sudah punya suami . Dan lagipula masih banyak mbak teman di dealer yang lebih ganteng ." Ucapku . "Suami yang sudah tidak menafkahi istrinya itu apa pantas mas disebut sebagai suami. Memang banyak mas teman kerja yang lebih ganteng dari kamu . Dan banyak juga yang naksir sama aku . Tapi semuanya aku tolak mas , karena ingin mencoba setia . Tapi entah kenapa setelah melihat kamu , semua itu berubah mas . Apa kamu tidak punya perasaan mas sama aku. " Ucapnya . "Pertama kali aku melihat kamu , jujur aku juga sempat mempunyai perasaan sama kamu. Tapi aku sadar mbak , kalau kamu itu sudah punya suami ." Ucapku . Tanpa saya duga , Mira langsung memeluk saya erat sambil menangis. Karena saya merasa malu dilihat banyak orang , sayapun berusaha untuk menenangkan Mira . Cukup lama Mira memeluk saya sambil menangis , dan itu jadi tontonan pengunjung yang ada di taman ini . Karena saya tidak berhasil membuat dia tenang , sayapun membiarkan Mira menangis dalam pelukan saya. "Mas ." Ucapnya masih memeluk saya . "Kamu kenapa nangis mbak . Malu dilihat orang banyak." Ucapku . Sejurus kemudian Mira langsung melepas pelukannya dan dia melihat sekeliling. Kini Mira pun malu karena sudah jadi tontonan banyak pengunjung. Karena merasa malu yang sudah tidak bisa dia tahan , Mira langsung menarik saya menuju motor. Dan dia kini mengarahkan saya lagi untuk datang ke suatu tempat. Hanya butuh 5 menit bagi kami untuk sampai di lokasi yang dituju. Lokasi yang dituju Mira tiada lain dan tiada bukan adalah tempat indekos . Karena saya yang tidak mempunyai pikiran yang aneh-aneh , sayapun ikut masuk ke kamar saat Mira menarik saya . Dan Mira langsung membuka salah satu pintu kamar dan mengajak saya masuk . Setelah kami sudah berada didalam kamar kos , dia langsung menutup dan mengunci pintu. "Ini kamar kosnya siapa mbak ?" Ucapku . "Teman aku yang tadi mas ." Ucapnya. "Kenapa kamu mengajak aku kesini . Kan aku harus cari konsumen mbak.?" Ucapku. "Kamu tenang saja ya sayang . Sebenarnya hari ini aku sudah ada penjualan dua . Satu buat kamu dan satu buat aku. " Ucap Mira. "Loh kok gitu sih mbak ?" Berarti aku gak kerja dong. Cuma menikmati hasil dari orang lain ." Ucapku. "Kamu tetap kerja kok sayang. Kamu akan ngerjain aku disini ." Ucapnya sambil mengelus p***s saya. "Jangan gini mbak . Ini salah . Aku mau balik kerja lagi ." Ucapku . "Sekali saja kamu melangkah keluar dari kamar ini , aku jamin mas kamu tidak akan bisa melihat aku lagi ." Ucapnya yang sedikit emosi . "Maksudnya, kamu mau bunuh aku . Silahkan saja kalau itu bisa buat kamu puas." Ucapku santai . Tanpa menjawab dia langsung mengambil gunting yang ada di meja . Yang membuat saya kaget saat gunting itu diarahkan ke nadinya yang berada ditangan. "Keluarlah mas , silahkan keluar dari kamar ini. Biarkan aku mati saja mas. " Ucapnya sambil menangis. Melihat dia yang seperti itu , saya sungguh takut dia akan nekat bunuh diri . Tanpa menjawab lagi saya hampiri dia dan mengambil gunting dari tangannya. Saya buang gunting itu ke tempat sampah yang ada dipojok kamar. Kemudian sayapun langsung memeluk Mira dengan begitu erat . Cukup lama kami berpelukan dan sayapun melepas pelukannya. Saya tatap mata Mira dan menghapus air matanya yang masih menetes. "Kamu kalau nangis jelek banget mbak." Ucapku . "Nyebelin............." Ucapnya sambil mencubit pinggangku . Karena ingin mengerjai Mira , sayapun langsung pura-pura kesakitan dan langsung ambruk di kasur. Saya pura-pura kesakitan sambil berguling-guling . Saat saya melirik Mira , nampak dia begitu cemas dan langsung duduk di kasur. "Sayang kamu kenapa sayang. " Ucapnya panik . Sayapun langsung menarik tubuh Mira hingga membuat Mira menindih saya . Karena tahu saya hanya mengerjai , Mira pun langsung memberi saya cubitan kecil ditubuh saya . "Sakit mbak ." Ucapku "Biarin , aku akan cubit kamu terus ." Kemudian saya membalikkan tubuhnya dan kini tubuh saya yang menindih dia . Seketika cubitannya berhenti ,dan kini kita saling pandang . Melihat Mira yang begitu cantik , reflek saya langsung mencium pipinya. Entah keberanian dari mana saya bisa seperti itu. Saat saya mau bangkit , Mira menahan saya dan langsung dia mencium bibirku . Lidahnya dia keluarkan untuk melumat bibirku. Karena memang saya tidak pernah berciuman, saya hanya bisa menikmati ciuman dari Mira . "Sayang , buka dong mulutnya . Balas ciuman dari aku ." Ucap Mira . "Aku belum pernah ciuman mbak ." "Buka mulut kamu sayang , dan keluarkan lidah kamu . " Ucap Mira . Sayapun melakukan apa yang diperintahkan Mira . Kemudian Mira langsung melumat bibir , dan lidah saya dia sedot dengan kuat . Tangan saya yang diam , dituntun Mira untuk menjamah payudaranya . Karena memang ini baru pertama , saya hanya memegang payudaranya Mira . "Remas s**u aku sayang. Jangan cuma dipegang ." Ucap Mira setelah ciuman kami terlepas . "Ma.....maaf mbak , kan aku belum pernah. " Ucapku . "Kamu bikin bete aja deh ." Ucapnya sambil mendorong tubuhku. Kini Mira duduk dipinggiran kasur dengan wajahnya yang jutek. Dengan berani saya memeluk dia dari belakang dan menanyakan keadaannya . "Kamu kenapa mbak .?" Tanyaku . "Sebel sama kamu ." "Kan tadi aku sudah bilang mbak , kalau aku itu belum pernah gituan ." Ucapku . "Bukan karena itu sayang . Aku mau kamu itu jangan manggil aku mbak kalau berduaan kayak gini ." "Terus aku harus panggil kamu apa dong mbak . " "Tau ah . Sebel ." Saya benar-benar tidak tahu harus berbuat apa . Sambil masih memeluk dia dari belakang, saya beranikan diri meremas payudaranya dengan pelan. "Kamu kenapa jutek gitu sayang . Kamu itu cantik kalau tersenyum. " Ucapku . Dia pun langsung tersenyum saat saya memanggilnya dengan sebutan sayang. Kemudian dia membalikkan tubuhnya dan langsung menindih saya. Dia langsung menyergap saya dengan menciumi bibir saya dengan ganas. Puas dia menciumi bibir saya , tangannya mencoba untuk membuka baju saya . Satu persatu kancing baju saya dia lepaskan. Kini dia mengajak saya untuk bangkit , sambil duduk dia kembali mencium bibir saya dan dia juga melepaskan baju saya dan kaos dalam saya. Kini saya sudah bertelanjang d**a didalam kamar ini . Dengan penuh gairah , Mira sudah melepaskan bajunya sendiri . Kini terpampang sudah p******a yang selama ini selalu menggencet punggung saya. Walaupun masih terbungkus bra , terlihat payudaranya yang begitu menggoda . Saat dia mau melepaskan bra yang dia pakai tiba-tiba telepon dia berdering . Dengan muka yang manyun , dia mengangkat dan menerima panggilan teleponnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN