Dirga rilis jas yang membalut tubuh tegapnya lalu menyisakan dukungan jas itu dilengan sofa, pria itu langsung duduk dikursi kebesarannya. Ia mulai menekuni setumpuk berkas-berkas yang perlu dipelajari maupun ditanda tangani. Sesekali ia mengela nafas kasar atau memijat pelipisnya. Dirga yang dulunya workaholic dan sangat mencintai pekerjaannya kini mulai merasa bosan. Semenjak hadir Dhea dalam kehidupannya. Ahh, betapa Dirga merindukan gadis barbar itu terlebih dahulu rasa senangnya saat melihat wajah kesal Dhea. Dirga pandangannya saat melihat pintu ruangannya yang tiba-tiba terbuka. Wajahnya yang datar langsung berganti dengan sebuah senyuman saat melihat sosok gadis kecil yang berlari menghampirinya. "Ayah....." "Hai, Princess " Dirga langsung menghampiri gadis kecil itu dan mengge

