Aku berjalan memasuki sebuah Mall besar bersama Kak Mauren dan Hero. Sepulang sekolah ini, Hero memaksaku untuk ikut dengannya. Setelah sampai di rumahnya, Kak Mauren balik memaksaku untuk ikut dengan mereka. Aku sudah menolak semua itu. Tapi, nihil. Mereka tetap berkeras hati untuk mengajakku pergi ke tempat mewah ini. Jujur saja, ini kedua kalinya aku pergi ke Mall. Mungkin, untuk anak seusiaku mereka lebih sering menghabiskan waktu untuk pergi bersenang senang bersama teman teman dan menghamburkan uang untuk pergi ke Mall. Tapi, tidak dengan aku. Uang jauh lebih berharga untuk membeli kebutuhan rumah dan membayar hutang. Aku bahkan tidak memiliki banyak waktu untuk sekedar bermain bersama teman temanku dulu. Apalagi sekarang, aku tidak punya teman. Tempat luas, yang menyuguhkan berba

